Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Kontraktor penggarapan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman Sleman melakukan tahapan continue clearing area dan pembuatan akses pengganti STA 56+450 s/d STA 56+525./Istimewa -- PT. Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana relokasi SDN Nglarang yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA molor lantaran sampai saat ini Dokumen detail engineering design (DED) masih tahap finalisasi perencanaan.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto menjelaskan proses relokasi SDN Nglarang masih berada pada tahap finalisasi perencanaan DED. "Awal September ini masih finalisasi perencanaan, perancangan DED itu," kata Adi, Senin (2/9/2024).
Disdik Sleman, kata Sri Adi, tak memiliki banyak keinginan soal model desain relokasi sekolah. Pada dasarnya hanya satu, Adi ingin desain yang disusun sesuai standar pendidikan. "Yang penting sesuai standar sarpras Pendidikan saja," kata dia.
Masih berprosesnya DED pada September, menunjukkan adanya target yang mundur dari penyusunan DED. Mulanya DED ditargetkan rampung pada Agustus lalu. "Ditargetkan selesai [DED] pada pekan ketiga Agustus," kata Adi.
Adi juga menambahkan bila dalam proses penyusunan DED bangunan gedung sekolah relokasi, konsultan perencana wajib berkoordinasi dengan Disdik Sleman dan Kepala Sekolah terkait dengan standar bangunan gedung pendidikan. Selain itu kebutuhan ruang sekolah juga harus dipenuhi.
Selanjutnya, gambar siteplan juga wajib dikoordinasikan dengan pihak Kalurahan Tlogoadi dan Kalurahan Tirtoadi. Pasalnya tempat relokasi sekolah nantinya berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD)
"Gambar siteplan untuk lampiran proposal permohonan pemanfaatan TKD Tlogoadi dan TKD Tirtoadi disahkan oleh Disdik Sleman dan masing-masing-masing kalurahan," imbuhnya.
Diketahui, anggaran relokasi SDN Nglarang mencapai Rp3,1 M yang dilakukan oleh PT. Jasa Marga Tol Jogja-Solo (PT. JMJ). Anggaran tersebut nantinya dipakai untuk menggarap bangunan pengganti SDN Nglarang yang terdampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA.
Selain utamanya untuk biaya konstruksi bangunan baru, dana tersebut juga akan dipakai untuk biaya konsultan. Dalam jadwalnya, pelaksanaan konstruksi pembangunan relokasi SDN Nglarang ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.
Sebelumnya, Humas Proyek Tol Jogja Solo Paket 2.2 PT Adhi Karya (Persero), Agung Murhandjanto mengungkapkan ada sejumlah fasilitas umum yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2. Beberapa fasilitas umum tersebut di antaranya berupa makam, sekolah hingga masjid.
"Untuk fasilitas umum yang belum direlokasi yang terkena dampak pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Paket 2.2 di antaranya empat buah makam, satu bangunan sekolah SD dan dua bangunan tempat ibadah berupa masjid.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.