Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi-Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelaksanaan lelang untuk pembangunan TPST Donokerto senilai Rp11,6 miliar tidak berjalan lancar. Pasalnya harus dilakukan tender ulang karena lelang pertama dinyatakan gagal.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Sleman, Widodo mengatakan, proses lelang untuk pembangunan TPST Donokerto harus dilakukan tender ulang. Hal ini dikarenakan lelang pertama mengalami kegagalan sehingga tidak ada pemenang yang mengerjakan proyek tersebut.
“Nilainya pengerjaan Rp11,6 miliar,” katanya saat dihubungi, Selasa (3/9/2024).
Dia menjelaskan, kegagalan lelang terjadi karena adanya kesalahan teknis terkait dengan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam lelang. Widodo tidak menampik pada saat dibuka di lelang pertama ada 86 peserta, tapi yang menyerahkan berkas penawaran hanya lima peserta.
Kelompok kerja (Pokja) lelang juga sudah menentukan pemenang dari tender untuk pengerjaan. Namun, sambung dia, pada saat masa sanggah terdapat peserta yang keberatan dengan hasil tersebut sehingga pokja melakukan kajian dan menerimanya sehingga lelang dinyatakan batal.
“Memang setelah penunjukan pemenang lelang, ada masa sanggah sebelum dilakukan tanda tangan kontrak. Di masa sanggah inilah ada keberatan dan pokja menerimanya sehingga lelang dinyatakan gagal,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Bangun TPST di Donokerto Turi, Begini Permintaan Warga Setempat
Widodo menambahkan, kegagalan terjadi karena adanya dokumen teknis yang seharusnya tidak masuk dalam persyaratan, tapi tetap dimasukan. Hal inilah yang menjadi dasar peserta melayangkan keberatan atas pelaksanan lelang yang pertama.
“Sekarang sudah dibuka lagi tender ulang dan mudah-mudahan akhir September sudah bisa tanda tangan kontrak sehingga pengerjaan bisa dimulai,” katanya.
Ia mengakui dengan adanya kegagalan lelang pertama, maka berdampak terhadap durasi waktu pembangunan TPST Donokerto. Hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup diputuskan maka pengerjaan hanya berlangsung 90 hari.
“Awalnya di lelang pertama waktunya 120 hari, tapi karena gagal maka di lelang kedua, waktunya hanay 90 hari. Ini masih mungkin sehingga tetap bisa dikerjawkan di 2024,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, pembangunan TPST Donokerto masih dalam tahap perencanaan. Kendati demikian, ia mengakui proses dilakukan secara simultan karena ada lelang untuk menentukan rekanan yang mengerjakan.
Di sisi lain, juga ada permohonan izin ke Gubernur DIY untuk memanfaatkan tanah kas desa untuk membangun TPST.
“Masih proses menunggu izin pemanfaatan tanah kas desa di Kalurahan Donokerto. Mudah-mudahan berjalan lancar dan saat izin turun sudah ada rekanan yang ditunjuk sehingga pembangunan bisa langsung dikerjakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.
Jadwal pemadaman listrik Sleman hari ini berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB. Berikut daftar dusun terdampak pemeliharaan PLN.