Fadli Zon: Mr. Assaat Layak Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Masih banyak miskonsepsi seputar demam berdarah dengue (DBD) yang beredar di masyarakat di mana sebagian orang yang pernah terinfeksi DBD beranggapan bahwa mereka sudah kebal. Tidak akan terinfeksi lagi. Padahal nyatanya ada empat serotipe virus dengue, sehingga infeksi DBD bisa berulang, bahkan berisiko lebih parah.
"Oleh karena itu, memastikan perlindungan yang lebih baik melalui langkah langkah pencegahan yang tepat sangatlah penting, salah satunya melalui metode vaksinasi," kata Dokter Spesialis Anak Buti A. Azhali dilansir Antara, Minggu.
BACA JUGA : Kasus DBD di Sleman Naik Signifikan, 2 Orang Meninggal Dunia
Saat ini, vaksin DBD yang tersedia dapat diberikan kepada kelompok usia 6-45 tahun dan telah direkomendasikan penggunaannya oleh beberapa asosiasi medis, termasuk oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bagi anak usia 6-18 tahun, dan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) bagi usia 19-45 tahun.
Namun demikian, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, vaksinasi harus dilakukan secara lengkap sesuai dosis yang dianjurkan.
"Terkait dengan pemberian vaksin secara bersamaan dengan vaksin lain, tentunya masyarakat perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter tentang hal tersebut."
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Kementerian Kesehatan RI Anas Ma'ruf menyebut Indonesia menghadapi beban yang signifikan yang disebabkan oleh DBD, dengan ribuan kasus yang dilaporkan setiap tahun.
Pemerintah telah menyusun strategi nasional yang komprehensif untuk memerangi penyakit ini, dengan fokus pada penguatan sistem surveilans, pengendalian vektor, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Strategi Nasional Pengelolaan Dengue 2021-2025, kami menetapkan target menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat DBD secara berkelanjutan.
BACA JUGA : DBD di Kota Jogja Meningkat, Tercatat ada 49 Kasus
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat kumulatif kasus DBD di Indonesia sampai dengan minggu ke-33 tahun 2024 adalah sebanyak 181.079 kasus dengan 1.079 kematian, lebih tinggi dibandingkan jumlah keseluruhan kasus sepanjang tahun 2023, yaitu 44.438 kasus DBD dengan 322 kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
DPRD Gunungkidul telah menyelesaikan empat raperda dan optimistis menuntaskan 12 Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026, termasuk aturan reklam
YG Entertainment pastikan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa hadir lengkap di acara 10 tahun BLACKPINK di Seoul, 8 Agustus. Acara 40 penggemar di Museum Nasional Kor
Oman gratiskan visa turis 14 hari untuk wisatawan dari lebih 100 negara mulai 3 Agustus 2026. Cek daftar negara dan syarat masuk di sini.
Seorang pengemudi ojek online di Kota Jogja ditangkap setelah merampas kalung emas milik lansia di Banyuraden, Gamping, Sleman. Pelaku mengaku nekat.
Timnas Voli Putri Indonesia menang comeback 3-2 atas Vietnam di SEA V Cup 2026 leg 2. Medi Yoku jadi bintang usai tertinggal dua set, skor akhir 15-9 di set kel