5 Penerima RTLH Sleman Mengundurkan Diri, Anggaran Rp68 Juta Tak Terserap
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Ilustrasi Minyakita./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul mengaku belum ada gejolak ketersediaan stok MinyaKita di pasar-pasar Gunungkidul. Meski begitu, Disdag memprediksi akan ada gejolak menyusul kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Disdag Gunungkidul, Ris Heryani mengatakan harga minyak besutan pemerintah tersebut bahkan masih berada di kisaran Rp15.000 untuk 900 mililiter. “Kelihatannya MinyaKita yang Rp15.000 itu stok lama jadi harganya masih segitu,” kata Ris, Minggu (8/9/2024).
Adapun HET MinyaKita naik menjadi Rp15.700 dari yang awalnya Rp14.000. Ada kenaikan Rp1.700. Kenaikan ini menurut Ris meskipun diprediksi menimbulkan gejolak, tidak akan begitu besar. Pasalnya, masyarakat masih dapat menggunakan alternatif minyak merek lain sebagai pengganti.
Disinggung ihwal kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng, Ris mengaku kebutuhan dapat dicukupi. Hanya dia belum dapat menyampaikan data pasti kebutuhan dan ketersediaan stok minyak di Gunungkidul. “Memang kami belum menghitung secara riil. Tapi kalau melihat ketersediaan di pasar, aman lah. Belum sama sekali kekurangan,” katanya.
BACA JUGA: Harga Eceran Tertinggi Minyakita Resmi Naik Jadi Rp15.700 per Liter
Lebih jauh, dia menjelaskan harga bahan pokok di pasar-pasar di Gunungkidul baik dari sisi stok maupun harga cenderung stabil. Hanya permintaan terhadap bahan pokok yang menurut dia menurun. Dia melihat situasi pasar relatif sepi.
Mantri Pasar Wonosari, Sularno mengatakan dirinya membawahkan lima pasar yaitu Pasar Argosari, Kepek, Karangtengah, Taman Kuliner, dan Taman Pasir. Situasi di lima pasar tersebut sama, tidak ada kesulitan stok MinyaKita.
Di Pasar Argosari, per Minggu, pedagang mendapat pasokan MinyaKita 900 ml. Harga pasokan minyak tersebut per pax, 12 botol mencapai Rp173.000. “Kalau harga per botol yang 1 liter untuk per pak dengan isi 12 botol itu Rp185.000,” kata Sularno.
Sularno mengaku suplai MinyaKita hanya menyasar 23 pedagang. Tidak semua pedagang mendapat suplai, mengacu pada keikutsertaan program MinyaKita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima penerima bantuan RTLH Sleman mengundurkan diri sehingga Rp68 juta anggaran tidak terserap. Sebanyak 461 unit rumah tetap direhabilitasi.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.