Gapura Keistimewaan DIY Direncanakan Berdiri di Perbatasan Rongkop
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Aktivitas lalu lintas di ruas jalan Godean yang sempat viral karena rusak saat ini sudah selesai diaspal. Senin (9/9/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan rusak di Kapanewon Godean-Kulonprogo yang sempat viral kini telah selesai diaspal. Meski begitu, perbaikan ternyata belum selesai. Rencananya dilanjutkan di tahun depan karena belum menyasar ke semua ruas yang rusak.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi mengatakan perbaikan tahap satu ruas jalan Godean-Kulonprogo berjalan dengan lancar. Total ruas yang diperbaiki tahun ini adalah sepanjang 1,5 kilometer dengan alokasi anggaran Rp11,2 miliar.
Sesuai dengan kontrak, pengerjaan akan diserahterimakan pada 19 Oktober 2024 mendatang. Meski demikian, Didik, sapan akrabnya mengakui perkembangan berjalan dengan lancar.
Hal ini terlihat dari ruas jalan yang rusak sudah selesai diaspal sesuai dengan target perbaikan di 2024. “Perkembangannya bagus dan jalan sudah mulus,” katanya, Senin (9/9/2024).
Hanya saja, ia mengakui masih ada proses pengerjaan yang harus diselesaikan. Sebagai contoh, pada minggu ini akan menyelesaikan pembuatan patok pengarah, pengerjaan saluran berbentuk U, pasangan batu dengan mortar serta pembuatan tutup saluran. “Tinggal finalisasi saja. Yang jelas, untuk pengaspalan jalan sudah dan tinggak menyelesaikan fasilitas pendukungnya,” katanya.
Meski perbaikan tahap pertama hampir rampung, Didik mengakui, masih ada ruas jalan yang harus diperbaiki. Berdasarkan pada kajian yang telah dilakukan, total ruas jalan yang rusak sepanjang 7,5 kilometer pengubung Kapanewon Godean dengan perbatasan Kulonprogo.
Di tahun ini perbaikan baru sepanjang 1,5 kilometer sehingga akan dilanjutkan di tahun depan. Diperkirakan untuk perbaikan kerusakan sepanjang 6,0 kilometer ini membutuhkan anggaran sekitar Rp50,5 miliar.
BACA JUGA: Cek Langsung Kerusakan Jalan Godean, Begini Kata DPUPKP Sleman
Rencananya tahun depan dari APBD DIY dialokasikan Rp34,5 miliar. Pagu ini dipergunakan perbaikan Jalan Godean sepanjang 4,5 kilometer.
Kendati demikian, Didik mengakui dengan alokasi tersebut belum bisa menyelesaikan kerusakan yang ada. Pasalnya, masih ada ruas sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang belum digarap.
Oleh karenanya, untuk percepatan perbaikan Jalan Godean juga meminta bantuan ke Pemerintah Pusat dengan mengakses anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK). Adapun opsi lainnya dengan mengajukan perbaikan melalui program inpres jalan daerah. “Untuk menyelesaikan ruas ini masih butuh Rp16 miliar,” katanya.
Salah seorang warga Sidoluhur, Godean, Wahyono mengatakan jalan rusak di Godean sempat viral di media sosial. Meski demikian, sudah ada upaya perbaikan, walaupun belum menyasar ke seluruh ruas jalan yang rusak. “Sekarang kelihatannya hampir selesai karena sudah ada pengaspalan,” katanya.
Wahyono berharap, ada kelanjutan perbaikan sehingga akses menuju Kulonprogo tidak ada yang rusak. “Meski bertahap, harapannya perbaikan jalan rusak bisa terus dilanjutkan sampai ke perbatasan Kulonprogo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.