Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Logo halal Indonesia - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman meluncurkan program Sinergi Sadar Halal, Selasa (10/9/2024). Program ini sebagai upaya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 100.000 UMKM di Kabupaten Sleman. Meksi demikian, belum semua memiliki sertifikasi halal seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
“Sertifikasi halal sebagai jaminan keamanan terhadap produk yang dimiliki sekaligus untuk meningkatkan daya saing,” katanya, Selasa siang.
Program pecepatan ini sebagai inovasi pelayanan yang mencakup semua proses sertifikasi halal. Program ini melibatkan berbagai instansi mulai dari perbankan, Kementerian Agama, LPPOM DIY, Halal Center UIN, sektor swasta hingga toko berjejaring.
Selain itu, juga ada dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemkab seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Diharapkan dengan kolaborasi ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sertifikat halal baik kepada pelaku UMKM selaku produsen, kepada Masyarakat selaku konsumen atau kepada seluruh stakeholder yang dapat mendukung percepatan dan peningkatan kemudahan dalam pelayanan sertifikasi halal.
BACA JUGA: Ratusan Warga Ponjong Gunungkidul Suspek TBC
“Produk hukum dari Sinergi Sadar Halal dituangkan dalam Peraturan Bupati No.65/2024,” kata Mae.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik adanya upaya inovasi untuk percepatan sertifikasi halal di Kabupaten Sleman. Menurut dia, program ini juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat mendukung karena untuk meningkatkan kinerja, efisiensi dalam pelayanan sehingga masyarakat semakin mudah mengaksesnya,” kata Kustini.
Menurut dia, dengan adanya sertifikasi halal ke UMKM maka menjadi jaminan atas produk yang dihasilkan. Di sisi lain, ia juga meminta agar pendampingan terus dijalankan sehingga produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan memiliki daya saing sehingga tidak kalah dengan produk dari luar.
“Jangan takut berinovasi karena dengan inovasi menjadi bukti dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Yang tak kalah penting juga terus berkolanorasi memberikan terbaik agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.