UNY Siapkan 3 Skema Bantuan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Potret awan panas guguran yang terpantau oleh BPPTKG pada Selasa (17/9/2024)./Istimewa-BPPTKG
Harianjogja.com, SLEMAN—Satu awan panas guguran terpantau oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terjadi di Gunung Merapi pada awal pekan.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso membenarkan adanya kejadian awan panas guguran pada siang hari ini. "Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Selasa 17 September 2024 pada pukul 14.57 WIB," kata Agus saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Agus menambahkan jika awan panas guguran yang terjadi pada Selasa siang beramplitudo maksimum 49 milimeter dengan durasi 111 detik. Menurut estimasi BPPTKG, jarak luncur awan panas guguran ini bahkan lebih dari satu kilometer.
"Estimasi jarak luncur 1.100 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng. Arah angin ke barat, visual Gunung Merapi berkabut," ucap dia.
BACA JUGA: Gunung Merapi Erupsi Malam Ini, Luncurkan Awan Panas 1.300 Meter Arah Kali Bebeng
Awan panas guguran pada Selasa siang bukan menjadi satu-satunya yang terjadi di Gunung Merapi pada pekan ini.
Sebelumnya pada Senin (16/9/2024), BPPTKG juga mencatat adanya dua kejadian awan panas guguran. Arah awan panas guguran pada Senin kemarin juga sama, mengarah ke barat daya dengan hatak luncur maksimal satu kilometer.
Mengingat potensi bahaya yang ada, masyarakat diminta Agus untuk menjauh dari daerah potensi bahaya. "Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," tegas Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care ke rumah pasien, termasuk perawatan luka, kateter, NGT, injeksi, hingga kunjungan dokter.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Kemenkop menggelar magang bagi 90 pengurus KDKMP untuk mempelajari model bisnis koperasi pertanian dan serba usaha di pesantren.