Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Suasana penyerahan Bantuan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dan Bantuan Pejuang Ekonomi Muda Sleman (PEDAS) pada Rabu (18/9/2024) di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Sleman./ Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mulailah menyerahkan Bantuan Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) dan Bantuan Pejuang Ekonomi Muda Sleman (PEDAS) yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi menjelaskan bantuan PRSE sendiri terbagi menjadi dua yaitu Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam. Bantuan UEP diberikan kepada empat kalurahan di Kabupaten Sleman yakni Kalurahan Umbulharjo yang berada di Kapanewon Cangkringan, Sumberrejo di Prambanan, Margorejo di Tempel, dan Sidomulyo di Godean.
Setiap kalurahan menerima bantuan Rp40 juta untuk diberikan kepada 20 orang PRSE dengan masif orangnya menerima Rp2 juta. Dengan demikian total bantuan uang dikucurkan kepada empat kalurahan mencapai Rp160 juta.
"Tujuan bantuan ini untuk memberikan bantuan pemberdayaan bagi para perempuan pencari nafkah utama keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditengah stereotipe masyarakat terhadap perempuan bertatus janda yang cenderung negatif, agar mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai perempuan," kata Mustadi, Rabu (18/9/2024) di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Sleman.
Sementara itu bantuan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi Diberikan kepada 15 Kelompok PRSE existing dengan nominal Rp6 juta per kelompok. Sehingga total bantuan yang dikucurkan pada bantuan ini mencapai Rp90 juta.
"Tujuan program ini adalah memberikan dukungan dana simpan pinjam di tingkat kelompok yang menjadi dana darurat ataupun dana pengembangan jika sewaktu waktu anggota kelompok PRSE membutuhkan, sehingga tidak jatuh dalam jeratan rentenir maupun pinjaman online," tegasnya
Di sisi lain bantuan PEDAS menyasar anak muda Sleman dari keluarga miskin atau rentan miskin dengan usia 18-30 tahun dan memiliki usaha. Bantuan PEDAS diberikan kepada 50 orang bersaran bantuan Rp3 juta per orang.
BACA JUGA: Ratusan Orang Jadi Korban Judi Online di DIY, OJK Gelar Sosialisasi Menyasar Pelajar
"Rencananya, jika dalam tiga tahun usahanya eksisting dan berkembang, maka akan diberikan bantuan lanjutan atau bantuan pengembangan," katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memotivasi warganya untuk berdaya secara ekonomi.
Oleh karena itu Pemkab Sleman, melalui Dinas Sosial Kabupaten Sleman kata Kustini mengalokasikan program-program pemberdayaan masyarakat miskin yang secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan karakteristik masyarakat.
"Penyerahan bantuan ini saya harapkan akan menjadi motivasi bagi penerimanya dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.