KPM Desak TPF Independen Usut Lima Dugaan Pelanggaran di Malioboro
KPM mendesak pembentukan TPF independen untuk mengusut lima indikasi pelanggaran dalam peristiwa aksi Malioboro pada 28 Oktober 2026.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul menggelar macapat massal di Bangsal Sewokoprogo, Wonosari, Rabu, (18/9/2024)./ harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gunungkidul menargetkan wisatawan manca negara untuk dapat mengunjungi Bumi Handayani dan menikmati potensi seni budaya yang ada. Dalam mencapai tujuan itu, Disbud menggandeng Lios Club, organisasi sosial.
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan Lions Club memiliki program rutin di mana mereka akan mengadakan pertukaran pemuda dari seluruh dunia untuk mengikuti trip atau membuat kajian suatu potensi daerah.
Akhir Agustus 2024, Disbud telah mendapat tamu dari 22 negara di Taman Budaya Gunungkidul (TBG). Mereka mengikuti pelatihan bermain gamelan dan membatik.
“Itu memang wujud promosi kebudayaan untuk masyarakat luar negeri,” kata Agus ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Rabu, (19/9).
Agus menambahkan promosi potensi budaya menjadi wujud industrialisasi kebudayaan. Kebudayaan yang menjadi komoditas industri akhirnya dapat menyumbang pendapatan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Libur Panjang Maulid Nabi, PAD Gunungkidul Terdongkrak hingga Rp600 Juta Lebih
Tegas dia, Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi kebudayaan yang luas yang mencakup dari masa pra sejarah. Sebab itu, menurut dia potensi seni budaya paling cocok untuk wisatawan mancanegara.
Lebih jauh, dia juga memiliki rencana untuk menggelar macapat secara besar-besaran. Macapat massal yang diikuti 350 seniman juga baru saja digelar di Bangsal Sewokoprojo, Rabu, (19/9). Mereka berasal dari 18 kapanewon yang ada di Gunungkidul.
Macapat tersebut merupakan ketiga kalinya digelar. Kali ini, ada inovasi baru yaitu dengan memasukkan iringan gamelan.
“Akhirnya macapan jadi lelagon [nyanyian]. Kalau tahun lalu itu hanya tinthingan, sekadar untuk menentukan nada,” katanya.
Dengan begitu, penembang ataupun pendengar juga dapat menikmati macapat sebagai sebuah lagu yang tidak membosankan. Inovasi ini juga menjadi salah satu wujud industrialisasi kebudayaan yang mendekatkan macapat pada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPM mendesak pembentukan TPF independen untuk mengusut lima indikasi pelanggaran dalam peristiwa aksi Malioboro pada 28 Oktober 2026.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 9 November 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.