Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul menggelar macapat massal di Bangsal Sewokoprogo, Wonosari, Rabu, (18/9/2024)./ harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Gunungkidul menargetkan wisatawan manca negara untuk dapat mengunjungi Bumi Handayani dan menikmati potensi seni budaya yang ada. Dalam mencapai tujuan itu, Disbud menggandeng Lios Club, organisasi sosial.
Kepala Disbud Gunungkidul, Chairul Agus Mantara mengatakan Lions Club memiliki program rutin di mana mereka akan mengadakan pertukaran pemuda dari seluruh dunia untuk mengikuti trip atau membuat kajian suatu potensi daerah.
Akhir Agustus 2024, Disbud telah mendapat tamu dari 22 negara di Taman Budaya Gunungkidul (TBG). Mereka mengikuti pelatihan bermain gamelan dan membatik.
“Itu memang wujud promosi kebudayaan untuk masyarakat luar negeri,” kata Agus ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Rabu, (19/9).
Agus menambahkan promosi potensi budaya menjadi wujud industrialisasi kebudayaan. Kebudayaan yang menjadi komoditas industri akhirnya dapat menyumbang pendapatan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Libur Panjang Maulid Nabi, PAD Gunungkidul Terdongkrak hingga Rp600 Juta Lebih
Tegas dia, Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi kebudayaan yang luas yang mencakup dari masa pra sejarah. Sebab itu, menurut dia potensi seni budaya paling cocok untuk wisatawan mancanegara.
Lebih jauh, dia juga memiliki rencana untuk menggelar macapat secara besar-besaran. Macapat massal yang diikuti 350 seniman juga baru saja digelar di Bangsal Sewokoprojo, Rabu, (19/9). Mereka berasal dari 18 kapanewon yang ada di Gunungkidul.
Macapat tersebut merupakan ketiga kalinya digelar. Kali ini, ada inovasi baru yaitu dengan memasukkan iringan gamelan.
“Akhirnya macapan jadi lelagon [nyanyian]. Kalau tahun lalu itu hanya tinthingan, sekadar untuk menentukan nada,” katanya.
Dengan begitu, penembang ataupun pendengar juga dapat menikmati macapat sebagai sebuah lagu yang tidak membosankan. Inovasi ini juga menjadi salah satu wujud industrialisasi kebudayaan yang mendekatkan macapat pada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.