Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA - BPBD DIY menyebut Kabupaten Gunungkidul belum mengajukan bantuan untuk mengatasi dampak kekeringan yang dirasakan di wilayahnya. Sedikitnya 55.437 jiwa dari 15.684 kepala keluarga (KK) disebut terdampak kekeringan di wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum menerima pengajuan bantuan dari Kabupaten Gunungkidul. Itu artinya pemerintah setempat masih mampu mengatasi persoalan itu dengan dana belanja tidak terduga (BTT).
"Masing-masing daerah kan sudah dianggarkan untuk dana BTT termasuk Gunungkidul," kaga Noviar, Minggu (22/9/2024).
Dia menjelaskan, selain Gunungkidul, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo juga sangat rawan terdampak kekeringan saat musim kemarau berkepanjangan seperti sekarang. Untuk itu status siaga darurat kekeringan di DIY masih berlaku sampai saat ini.
Hal ini agar pemerintah mampu memberikan pelayanan penyelesaian dampak kekeringan yang terjadi. Selain itu status siaga darurat kekeringan tersebut juga memungkinkan warga lebih bijak dalam pemanfaatan air bersih.
"Dari kami provinsi itu ada 100 tangki air kemarin sudah disalurkan ke Kulonprogo. Saat ini pihak swasta juga turut membantu droping air, karena ini masalah kemanusiaan," jelas Noviar.
BACA JUGA: Musim Hujan Segera Datang, Petani Gunungkidul Diminta Segera Mengolah Lahan
Beberapa waktu lalu BPBD DIY telah mengajukan ke BNPB agar menyetujui permohonan rencana modifikasi cuaca atau hujan buatan. Permohonan itu telah diajukan sejak Agustus 2024 lalu, tetapi sampai saat ini BNPB belum memberikan persetujuan.
"Agustus kami ajukan, karena syaratnya kan harus ada status siaga darurat kekeringan. Itu kan sudah, tetapi masih belum terlaksana," ungkap Noviar.
Alasan BNPB belum memberikan persetujuan dilakukannya modifikasi cuaca, salah satunya menurut Noviar, belum tampak bibit-bibit awan yang memudahkan modifikasi cuaca. "Itu salah satu alasannya. Kami berharap itu dapat segera dilakukan, mengingat musim kemarau masih berlangsung," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.