Pilur Gunungkidul 2026 Dibuka, Ini Aturan Maksimal 5 Calon
Pendaftaran Pilur Gunungkidul 2026 dibuka hingga 23 Juli. Setiap kalurahan maksimal lima calon lurah, kelebihan peserta akan mengikuti seleksi.
Ilustrasi anak kena gondongan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 151 anak usia sekolah terjangkit penyakit gondongan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengimbau pihak sekolah untuk mewaspadai potensi penyebaran penyakit gondongan atau parotitis. Total hingga sekarang sudah ada 151 anak yang terjangkit penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan penyakit gondongan umumnya tidak berbahaya apabila tidak terjadi komplikasi. Kendati demikian, penyakit ini perlu diwaspadai karena penularananya yang cepat.
“Penularannya seperti flu lewat percikan ludah atau air liur [droplet]. Jadi, memang penularannya cepat sehingga perlu diwaspadai,” kata Cahya, Jumat (27/9/2024).
Menurut dia, hingga akhir September ini sudah ada 151 anak terjangkit penyakit gondongan. Adapun rinciannya, anak usia 1-4 tahun sebanyak 18 kasus; usia 5-9 tahun ada 75 kasus dan usia 10-14 tahun terdapat 58 kasus. “Yang terjangkit kebanyakan anak sekolah,” katanya.
Cahya menjelaskan untuk anak yang terjangkit sudah diperiksakan. Selain itu, selama belum sembuh diistirahatkan di rumah agar tidak menular ke anak sekolah lainnya.
Menurut dia, ada beberapa cara mencegah penyakit gondongan. Cara yang paling utama dengan memberikan vaksin MMR.
Selain itu, dapat dilakukan dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing. “Yang tak kalah penting, saat sakit harus memakai masker untuk mengurangi risiko penularan,” katanya.
BACA JUGA: 125 Ribu Kendaraan di DIY Sudah Terdaftar QR Code untuk Pembelian Pertalite
Salah seorang warga Kapanewon Berbah, Eko Kurniawan mengatakan, sekitar awal September lalu, anaknya sempat terjangkit penyakit gondongan. Hal ini ditandai terjadinya demam serta pembengkakan di bagian pipi.
“Setelah diketahui sakit, langsung diputuskan tidak masuk sekolah untuk istirahat di rumah. Setelah beberapa hari kondisinya membaik sehingga dapat masuk ke sekolah lagi,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari anaknya, Eko mengakui bahwa di sekolahan juga ada beberapa siswa lain yang terkena penyakit gondongan.
“Jadi tidak hanya anak saya, tapi ada temannya juga mengalami sakit yang sama. Dengar-dengar di sekolahnya untuk anak kelas satu juga ada pemberian vaksin MMR, yang salah satunya sebagai upaya pencegahan penyakit gondongan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran Pilur Gunungkidul 2026 dibuka hingga 23 Juli. Setiap kalurahan maksimal lima calon lurah, kelebihan peserta akan mengikuti seleksi.
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan AI di kawasan melalui roadmap nasional, penguatan talenta, dan infrastruktur digital.
Damkar Klaten mengevakuasi seekor kucing hutan dari kap mobil warga di Cawas. Satwa dilindungi itu akan diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
BGN mengungkap tunggakan Rp1,6 triliun dari anggaran 2025. Pembayaran dilakukan bertahap pada 2026 setelah proses review selesai.
Penerapan bensin E10 dinilai dapat mengurangi impor BBM, namun perlu peningkatan produksi bioetanol, kendaraan listrik, dan transportasi umum.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan timnya menjalani persiapan normal jelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol.