Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Sebuah papan informasi penutupan jalan karena perbaikan Jembatan Tulung terpasang di perempatan di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Jumat (2/8/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman optimistis perbaikan Jembatan Tulung di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan bisa selesai tepat waktu. Total anggaran perbaikan jembatan di wilayah perbatasan antara Sleman dengan Klaten ini mencapai Rp1,1 miliar.
Kepala DPUPKP Sleman, Mirza Anfansury mengatakan perbaikan Jembatan Tulung merupakan salah satu program infrastruktur yang dikerjakan di tahun ini. Pembangunan sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu dan diperkirakan selesai awal November mendatang. “Masih dikerjakan hingga sekarang,” kata Mirza, Kamis (3/10/2024).
Menurut dia, monitoring pembangunan terus dilakukan. Adapun hasilnya, perkembangan pengerjaan berjalan dengan baik karena hasil pematauan terakhir menunjukan 90% telah selesai dikerjakan.
Hal inilah yang menimbulkan optimisme bahwa pengerjaan bisa selesai tepat waktu. “Tinggal sedikit dan mudah-mudahan selesai tepat waktu sehingga November bisa dilewati dan akses perbatasan Sleman-Klaten bisa dibuka kembali,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Sleman, Suwarsono mengatakan perbaikan Jembatan Tulung menghabiskan anggaran Rp1.194.657.730. Dia menjelaskan, proses perbaikan dilakukan dengan mengganti lantai jembatan. Diharapkan dengan adanya perbaikan maka dapat memperkuat konstruksi jembatan sehingga layanan akses lebih baik dan aman.
Suwarsono mengakui selama perbaikan berlangsung, akses jalur alternatif dari Sleman ke Prambanan, Klaten ditutup sementara waktu. Kebijakan ini diambil untuk memperlancar proses pengerjaan.
“Selama ditutup, kami juga sudah memasang spanduk pemberitahuan di sisi barat maupun timur. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata berharap perbaikan Jembatan Tulung bisa mendukung aksesibilitas yang lebih baik. Meski lokasinya sebagai jalur alternatif, namun termasuk ramai dikarenakan banyak pengguna jalan yang seringkali melintas.
Pasalnya, untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalur utama di Jalan Jogja-Solo, khususnya di Kawasan Bogem. “Mulai ditutup 29 Juli dan informasinya akan berlangsung hingga 7 November 2024. Sekarang masih dalam proses perbaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.