Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Sebuah papan informasi penutupan jalan karena perbaikan Jembatan Tulung terpasang di perempatan di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Jumat (2/8/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman optimistis perbaikan Jembatan Tulung di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan bisa selesai tepat waktu. Total anggaran perbaikan jembatan di wilayah perbatasan antara Sleman dengan Klaten ini mencapai Rp1,1 miliar.
Kepala DPUPKP Sleman, Mirza Anfansury mengatakan perbaikan Jembatan Tulung merupakan salah satu program infrastruktur yang dikerjakan di tahun ini. Pembangunan sudah berlangsung sejak akhir Juli lalu dan diperkirakan selesai awal November mendatang. “Masih dikerjakan hingga sekarang,” kata Mirza, Kamis (3/10/2024).
Menurut dia, monitoring pembangunan terus dilakukan. Adapun hasilnya, perkembangan pengerjaan berjalan dengan baik karena hasil pematauan terakhir menunjukan 90% telah selesai dikerjakan.
Hal inilah yang menimbulkan optimisme bahwa pengerjaan bisa selesai tepat waktu. “Tinggal sedikit dan mudah-mudahan selesai tepat waktu sehingga November bisa dilewati dan akses perbatasan Sleman-Klaten bisa dibuka kembali,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Sleman, Suwarsono mengatakan perbaikan Jembatan Tulung menghabiskan anggaran Rp1.194.657.730. Dia menjelaskan, proses perbaikan dilakukan dengan mengganti lantai jembatan. Diharapkan dengan adanya perbaikan maka dapat memperkuat konstruksi jembatan sehingga layanan akses lebih baik dan aman.
Suwarsono mengakui selama perbaikan berlangsung, akses jalur alternatif dari Sleman ke Prambanan, Klaten ditutup sementara waktu. Kebijakan ini diambil untuk memperlancar proses pengerjaan.
“Selama ditutup, kami juga sudah memasang spanduk pemberitahuan di sisi barat maupun timur. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar sehingga bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Lurah Tamanmartani, Gandang Hardjanata berharap perbaikan Jembatan Tulung bisa mendukung aksesibilitas yang lebih baik. Meski lokasinya sebagai jalur alternatif, namun termasuk ramai dikarenakan banyak pengguna jalan yang seringkali melintas.
Pasalnya, untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di jalur utama di Jalan Jogja-Solo, khususnya di Kawasan Bogem. “Mulai ditutup 29 Juli dan informasinya akan berlangsung hingga 7 November 2024. Sekarang masih dalam proses perbaikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.