Didukung Danais, Kelompok Budi Daya Perikanan di Kulonprogo Berkembang Pesat

Media Digital
Media Digital Kamis, 10 Oktober 2024 21:37 WIB
Didukung Danais, Kelompok Budi Daya Perikanan di Kulonprogo Berkembang Pesat

Podcast Rembag Kaistimewan dengan tema Cerita Sukses Budidaya Ikan Lele Banjarharjo yang disiarkan lewat Youtube, Kamis (10/10/2024). /Istimewa.

JOGJA—Kelompok budi daya perikanan di Kulonprogo khususnya Kawasan Sentra Produksi Perikanan (KSPP) Mina Mitra Banjarharjo, Kalibawang bisa berkembang dengan pesat usai mendapatkan kucuran Dana Keistimewaan (Danais). Anggaran Danais mampu meningkatkan jumlah kolam, pembibitan hingga alokasi pakan. Sehingga kelompok budidaya mampu memenuhi tinggi permintaan pasar lele.

Ketua KSPP Mina Mitra Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo Mokhamad Kharir mengatakan saat ini permintaan lele terus meningkat. Pada awal kelompoknya memang susah untuk memenuhi permintaan karena keterbatasan produksi. Namun ketika mendapatkan bantuan dana keistimewaan, bisa menambah kolam, pembibitan serta alokasi pakan yang memadai. Sehingga saat ini bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat.

"Budi daya ikan lele di Banjarharjo sebenarnya sudah dimulai sejak 2007. Prinsipnya produksi sendiri dan menjual sendiri, jadi semangatnya sejak awal sudah ada. Setelah ada bantuan Danais ini jadi lebih semangat dan terus meningkat pemasarannya. Karena kapasitas produksi kami juga bertambah dengan adany penambahan kolam," katanya dalam Rembag Kaistimewan dengan tema Cerita Sukses Budi Daya Ikan Lele Banjarharjo yang disiarkan lewat Youtube, Kamis (10/10/2024).

Adapun lele hasil produksi kelompoknya, pemasaran tidak hanya di wilayah DIY tetapi sampai ke beberapa daerah di Jawa Tengah. Harga lele di tingkat pedagang Rp20 ribu per kilogram, namun jika dijual kepada konsumen langsung Rp21.000 atau Rp22.000.

Namun, untuk masyarakat yang membutuhkan maka harganya bisa lebih murah, dengan harapan masyarakat sekitar mendapatkan manfaatnya.

Anggota kelompoknya yang berjumlah 11 orang pun mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas budi daya lele. Para anggota kelompok sebagian besar sudah memiliki komitmen dan berjiwa wirausaha. Melalui pengembangan lele ini masyarakat pun mendapatkan manfaat secara ekonomi. "Tentu kami sangat berterima kasih dengan adanya program bantuan danais ke kalurahan ini sangat membantu kami untuk meningkatkan kapasitas produksi. Karena permintaan ini terus meningkat, sementara kami memang masih menjual ikan segar," ujarnya.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan penggunaan Dana Keistimewaan untuk perikanan memang sudah berlangsung, di antaranya melalui program di Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Dinas Kelautan di level kabupaten serta alokasi penggunaan danais untuk budidaya perikanan di kalurahan.

"Jadi penggunaan danais untuk perikanan itu ada di level provinsi, kabupaten bahkan sampai kalurahan. Untuk kalurahan sesuai dengan potensi budidaya perikanan masing-masing, salah satunya di Banjarharjo," ujar Aris.

Dia mengatakan pemilihan Banjarharjo sebagai salah satu kalurahan pusat pengembangan budi daya ikan lele karena besarnya potensi dan tingginya semangat warga serta lebih fokus penanganannya.

Pada tahun pertama, Banjarharjo diberikan kucuran dana Rp1 miliar. Kemudian pada 2020 sebesar Rp2 miliar. Aris berharap karena budi daya lele punya beberapa peluang mulai dari pembibitan, pembesaran dan pemasraan sehingga ke depan bisa terus dikembangkan.

"Harapan kami ke depan, Kulonprogo ini punya titik konsentrasi, ada yang untuk pembenihan lele, pembesaran, pemasarannya juga ada titiknya. Misalnya pemasaran bisa mengarah pengolahan dengan berbagai jenis makanan berbasis lele. Tiga segmen ini harapannya bisa terintegrasi di beberapa titik," ucapnya.

Lurah Banjarharjo, Susanto mengatakan warganya memiliki semangat yang kuat dalam upaya budi daya perikanan. Bahkan sebelum ada program danais, warga rela meluangkan waktu untuk belajar budidaya seperti melakukan studi banding meski secara sederhana. Pelatihan tersebut untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan membuka peluang pasar.

“Waktu itu studi banding itu sederhana misalnya pakai motor bersama, tidak harus naik bus. Kami melakukan berbagai upaya untuk membina kelompok perikanan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengajak anggota kelompok untuk belajar langsung ke tempat-tempat budi daya ikan lele yang sukses," ujarnya.

Dia mengakui bantuan danais menjadikan program pembinaan kelompok perikanan khususnya lele ini semakin intensif. Berbagai pelatihan dan fasilitasi peralatan lainnya pun bisa dipenuhi. Susanto mengatakan upaya budi daya ikan lele di Banjarharjo dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. "Selain meningkatkan pendapatan, budi daya ikan lele juga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian desa," katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo Trenggono Trimulyo menjelaskan Gerbang Segoro menjadi salah satu inovasi pengembangan perikanan di Kulonprogo. Gerbang Segoro artinya gerakan membangun perikanan dan kelautan berbasis pemberdayaan masyarakat secara aktif. Mulai dari hulu atau budi daya perikanan serta nelayan sampai hilir untuk pemasaran secara sistematis dan terintegrasi.

Pengembangan Gerbang Segoro dilakukan melalui tiga tahap. Terdiri atas Cecikal atau penumbuhan, fokus pada pembentukan kelompok pembudidaya baru dan memberikan pelatihan serta fasilitas melalui dana keistimewaan. Tahap berikutnya adalah bebakal atau pengembangan, untuk menjadikan budidaya yang lebih baik serta mengakses permodalan. Serta tahap berikutnya Tetinggal atau tinggal landas.

"Pada tahap tetinggal ini kami menginisiasi yang sudah diresmikan oleh Bapak Gubernur yaitu Kawasan Sentra Produksi Perikanan atau KSPP. Karena kelompok tersebut sudah ditumbuhkan dikembangkan dan sudah berhasil sehingga dibentuk manajemen kawasan mempermudah pemasaran sampai penanganan kebutuhan pakan, salah satunya seperti lele di Banjarharjo ini," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online