Okupansi Hunian Hotel DIY Naik 90 Persen Saat Long Weekend
Okupansi hotel Jogja capai 90 persen saat long weekend, tren booking last minute meningkat.
Gumuk Pasir Parangtritis - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Rencana pemasangan patok di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis Bantul belum terlaksana. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul masih menunggu Kraton Jogja menyetujui desain patok yang telah diajukan.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho telah mengajukan desain patok yang akan dipasang di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis ke Kraton Jogja beberapa waktu lalu. Meski begitu, desain tersebut belum mendapat persetujuan dari Kraton Jogja.
"Desain patok kita koordinasikan dengan pihak terkait. Kalau sudah oke kita lanjutkan," ujarnya, Selasa (15/10/2024).
Dalam rencana pemasangan patok tersebut, Bambang menuturkan ada 50 unit patok yang akan di pasang di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. Patok tersebut akan digunakan sebagai batas zona inti Gumuk Pasir Parangtritis.
Bambang menuturkan telah dialokasikan anggaran Rp210 juta dari Dana Keistimewaan (Danais) untuk pemasangan patok. Rencana pemasangan patok tersebut ditargetkan sebelum musim hujan atau kisaran Oktober hingga awal November 2024. Ketika sudah dimulai, pekerjaan pemasangan patok tersebut hanya akan memakan waktu kisaran satu hingga dua minggu. Sehingga menjelang akhir Desember 2024, seluruh patok sudah terpasang di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis.
"Kami targetkan secepatnya. Karena harus selesai sebelum 29 Desember [2024]," ujarnya.
Pihaknya telah menyosialisasikan rencana pemasangan patok perangkat kalurahan dan pelaku wisata disana. Dia berharap seluruh pihak dapat mendukung rencana pemasangan patok tersebut.
"Kemarin sudah sosialiasi, prinsipnya semua warga sudah sepakat dan setuju dipasang patok," ucapnya.
Selain pemasangan patok, Pemkab Bantul juga diserahi kewenangan untuk memangkas cemara udang yang dianggap menghambat laju pasir ke Gumuk Pasir Parangtritis.
BACA JUGA : Symphony Gumuk Pasir Digelar di Laguna View, Bilal Indrajaya Pukau Penonton
Terkait hal itu, Kepala Satpol PP Bantul, R. Jati Bayubroto menyampaikan pihaknya masih melakukan mendata cemara udang yang akan dipangkas.
"Satpol PP [Bantul] diberi tugas pemotongan tumbuh-tumbuhan di zona inti gumuk pasir, nanti secara bertahap. Saat ini Satpol PP baru berjalan mulai dari koordinasi untuk pendataan lokasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel Jogja capai 90 persen saat long weekend, tren booking last minute meningkat.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.