Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Wisatawan bersiap menyewa ATV di Pantai Parangtritis./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL— Gumuk Pasir yang ada di kawasan Pantai Parangtritis yang merupakan salah satu Geopark Jogja bakal dinilai oleh tim nasional. Penilaian dilakukan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Geopark Nasional.
Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul mengimbau agar pelaku wisata tidak melakukan aktivitas di Kawasan Gumuk Pasir saat dilakukan penilaian tersebut.
Kepala Dispar Bantul, Saryadi mengatakan terkait dengan keberadaan wisata jip dan ATV, pihaknya akan berdiskusi dengan pelaku wisata terkait dengan pengajuan dari Pemda DIY terkait dengan gumuk pasir barchan sebagai geopark nasional.
Rencananya, Dispar juga akan mempertemukan antara pelaku wisata gumuk pasir barchan dengan pengelola geopark gumuk pasir agar kehidupan pelaku wisata tetap berjalan, tanpa mengganggu restorasi dari gumuk pasir barchan. "Jadi biar ada win-win solution. Restorasi gumuk pasir berjalan, teman-teman pelaku wisata tetap juga bisa mencari penghidupan," ucapnya.
BACA JUGA: Dispar Bantul Larang Aktivitas dan Jip Wisata Selama Penilaian Gumuk Pasir sebagai Geopark Nasional
General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Abrijanto, mengatakan saat ini gumuk pasir barchan tinggal 17 hektare.
Penyusutan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Selain keberadaan jip wisata dan kendaraan ATV, permukiman, faktor lain adalah adanya los usaha.
Tidak sampai di situ, Dihin menilai penyusutan juga tidak lepas dari kebijakan pengelolaan pada era dahulu yang mengubah kawasan gumuk pasir menjadi kawasan hijau.
Atas kondisi tersebut, Dihin mengaku saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instasi terkait untuk mempercepat upaya konservasi gumuk pasir. Agar gumuk pasir tetap terawat dan tidak punah karena lahannya yang semakin menyusut.
"Kami juga menggandeng para pakar akademisi, untuk melakukan melakukan kajian atas keberadaan gumuk pasir," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.