Advertisement
Gumuk Pasir Diminta Steril dari Aktivitas Usaha, Begini yang Akan Dilakukan Pemkab Bantul
Wisatawan bersiap menyewa ATV di Pantai Parangtritis. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Gumuk Pasir yang ada di kawasan Pantai Parangtritis yang merupakan salah satu Geopark Jogja bakal dinilai oleh tim nasional. Penilaian dilakukan untuk ditingkatkan statusnya menjadi Geopark Nasional.
Untuk itu, Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul mengimbau agar pelaku wisata tidak melakukan aktivitas di Kawasan Gumuk Pasir saat dilakukan penilaian tersebut.
Advertisement
Kepala Dispar Bantul, Saryadi mengatakan terkait dengan keberadaan wisata jip dan ATV, pihaknya akan berdiskusi dengan pelaku wisata terkait dengan pengajuan dari Pemda DIY terkait dengan gumuk pasir barchan sebagai geopark nasional.
Rencananya, Dispar juga akan mempertemukan antara pelaku wisata gumuk pasir barchan dengan pengelola geopark gumuk pasir agar kehidupan pelaku wisata tetap berjalan, tanpa mengganggu restorasi dari gumuk pasir barchan. "Jadi biar ada win-win solution. Restorasi gumuk pasir berjalan, teman-teman pelaku wisata tetap juga bisa mencari penghidupan," ucapnya.
BACA JUGA: Dispar Bantul Larang Aktivitas dan Jip Wisata Selama Penilaian Gumuk Pasir sebagai Geopark Nasional
General Manager Badan Pengelola Geopark Jogja, Dihin Abrijanto, mengatakan saat ini gumuk pasir barchan tinggal 17 hektare.
Penyusutan tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Selain keberadaan jip wisata dan kendaraan ATV, permukiman, faktor lain adalah adanya los usaha.
Tidak sampai di situ, Dihin menilai penyusutan juga tidak lepas dari kebijakan pengelolaan pada era dahulu yang mengubah kawasan gumuk pasir menjadi kawasan hijau.
Atas kondisi tersebut, Dihin mengaku saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instasi terkait untuk mempercepat upaya konservasi gumuk pasir. Agar gumuk pasir tetap terawat dan tidak punah karena lahannya yang semakin menyusut.
"Kami juga menggandeng para pakar akademisi, untuk melakukan melakukan kajian atas keberadaan gumuk pasir," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sanae Takaichi Kembali Jadi PM Jepang, Siap Ubah Konstitusi
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 18 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo-Jogja Awal Ramadan 18 Februari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah DIY 18 Februari 2026 Versi Muhammadiyah, Imsak 04.23
- Jadwal Salat Jogja 18 Februari 2026, dari Subuh hingga Isya
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 18 Februari 2026
Advertisement
Advertisement





