Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memiliki tugas berat untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024. Hal ini dikarenakan tingkat kehadiran warga untuk memilih masih kalah dengan gelaran pemilihan legislative atau pemilihan presiden.
Sebagai Gambaran, angka partisipasi pemilih di Pilkada 2020 hanya di kisaran 77%. Capaian ini jauh di bawah dari pelaksanaan Pemilu 2019 yang partisipasi pemilih di angka 87,7%.
Adapun di Pemilu 2024, untuk Pemilihan Legislatif kehadiran warga mencoblos juga di kisaran 87%. Sedangkan di Pemilihan Presiden angka kehadiran lebih tinggi karena menembus 91%.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna membenarkan, angka partisipasi warga di pilkada masih rendah dibandingkan dengan penyelenggaraan pileg maupun pilpres. Hal ini pun menjadi catatan tersendiri agar pelaksanaan pilkada 2024 tidak hanya penyelenggaraan dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, tapi dari sisi partisipasi pemilih juga dapat ditingkatkan.
Hal ini tak lepas dari partisipasi Masyarakat di pilkada 2020 yang hanya di kisaran 77%. “Kalau dibandingkan dengan pemilu memang jauh. Misalnya Pileg 2024 mencapai 87% partisipasinya dan Pilpres bisa tembus 91%,” katanya, Kamis (17/10/2024).
BACA JUGA: Dugaan Pelanggaran Netralitas, Bawaslu Sleman Periksa Camat dan Lurah Terkait
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, ia berjanji menggencarkan sosialisasi dengan melibatkan badan adhoc yang dimiliki mulai dari PPK, PPS. Sosialisasi tidak hanya dilakukan ke kapanewon maupun ke kalurahan, tapi juga menyasar ke segemntasi pemilih.
“Semua akan kami sasar sosialisasi, termasuk segmentasi pemilih yang ada seperti pemilih pemula, disabilitas dan lainnya. Tujuannya agar mereka tahu gelaran pilkada sehingga ikut partisipasi dalam pemilihan,” katanya.
KPU Sleman telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada sebanyak 853.209 jiwa. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pemilih di Pemilu 2024 sebanyak 849.062 jiwa.
“Ada penambahan sekitar 3.000an jiwa di Pilkada sehingga jumlah pemilihnya lebih banyak ketimbang saat pelaksanaan Pemilu 2024,” kata Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi.
Dia menjelaskan, bertambahnya jumlah pemilih di Sleman tak lepas dari dinamika kependudukan yang terus berubah di setiap waktunya. Sebagai Gambaran, jumlah pemilih bertambah karena adanya penambahan warga yang telah berusia 17 tahun sehingga memiliki hak pilih.
Di sisi lain, juga adanya perpindahan domisili ke Kabupaten Sleman juga memberikan pengaruh terhadap pertambahan pemilih, ketimbang saat pelaksanaan pemilu. “Data kependudukan sangat dinamis sehingga dari waktu-waktu berubah sehingga ikut berpengaruh terhadap jumlah pemilih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.
Rekomendasi parfum Mine Perfumery 2026, aroma premium lokal dengan wangi tahan lama dan karakter elegan.
DIY menempati peringkat pertama nasional hasil TKA 2026 jenjang SD dan SMP dengan capaian nilai tertinggi nasional.
Cek jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026. Tarif Rp80.000, rute strategis, tanpa transit, solusi transportasi praktis.
Resep lempah iga sapi khas Bangka Belitung, olahan daging kurban segar, gurih, dan anti enek untuk Iduladha.