Hujan Diprediksi Mundur ke Desember, Pertanian Sleman Diminta Waspada
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Warga sedang memasuki telaga Budegan yang mengering di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Jumat, (18/10/2024)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul mencatat 95% dari 359 telaga di Gunungkidul atau sekitar 341 telaga kering.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPRKP Gunungkidul, Sigit Swastono mengatakan telaga-telaga tersebut dimanfaatkan untuk pengairan pertanian, konservasi air, hingga perikanan. Biasanya masyarat memanfaatkan telaga tersebut menggunakan ember.
Kata Sigit, hanya ada sekitar 10% telaga memiliki sumber sendiri/ mata air. Guna mempertahankan air agar tidak mudah hilang, DPUPRKP terus membangun tanggul. Pasalnya, hanya dalam waktu tiga bulan, telaga akan kering.
“Kami juga melakukan rehab dengan cara kalau ada pendangkalan ya kami lakukan penggalian. Penggalian tidak dalam. Kalau terlalu dalam airnya bisa hilang. Bisa loss,” kata Sigit ditemui di Kantornya, (18/10).
Sigit mengaku besaran tampungan telaga tersebut bermacam-macam, paling besar sekitar 12.000 meter kubik.
Adapun beberapa telaga yang masih menyimpan air, yaitu Jonge, Semanu; Ngomang, Saptosari; Winong, Saptosari; dan Thowet, Panggang.
BACA JUGA: Puluhan Ribu Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan, BPBD DIY: Masih Teratasi
Warga Piyaman I, Syarifuddin mengaku telaga Piyaman I sudah kering selama musim kemarau. Apabila penuh air, telaga tersebut akan dikelola Karang Taruna untuk dimanfaatkan sebagai pembesaran ikan.
Telaga yang telah ada lebih dari 54 tahun lalu ini merupakan telaga tadah hujan. Tidak ada sumber air di dalamnya. Warga sekitar juga kadang mengambil air tersebut untuk menyiram tanaman sekitar telaga.
Selain telaga Piyaman I, ada telaga lain yang dimanfaatkan untuk perikanan seperti telaga Penjalin, Makam, Mrico, Nglarangan, Besole, Gunggungan, Palgading, Karang Tengah, Sumber, dan Guyangan yang berada di Kapanewon Purwosari.
“Kalau sudah besar ikan-ikannya, kami bikin pamflet. Kami buka sistem pemancingan. Bisa dua kali dalam setahun,” kata Syarifuddin.
Selain telaga Piyaman I, telaga Budegan juga kering. Pengamatan Harianjogja.com, telaga ini ditumbuhi tanaman liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.