Polres Bantul Sita 307 Botol Miras Ilegal dari 14 Lokasi Razia
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Ilustrasi kekeringan - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA - BPBD DIY menyebut Kabupaten Gunungkidul belum mengajukan bantuan untuk mengatasi dampak kekeringan yang dirasakan di wilayahnya. Sedikitnya 55.437 jiwa dari 15.684 kepala keluarga (KK) disebut terdampak kekeringan di wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum menerima pengajuan bantuan dari Kabupaten Gunungkidul. Itu artinya pemerintah setempat masih mampu mengatasi persoalan itu dengan dana belanja tidak terduga (BTT).
"Masing-masing daerah kan sudah dianggarkan untuk dana BTT termasuk Gunungkidul," kaga Noviar, Minggu (22/9/2024).
Dia menjelaskan, selain Gunungkidul, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo juga sangat rawan terdampak kekeringan saat musim kemarau berkepanjangan seperti sekarang. Untuk itu status siaga darurat kekeringan di DIY masih berlaku sampai saat ini.
Hal ini agar pemerintah mampu memberikan pelayanan penyelesaian dampak kekeringan yang terjadi. Selain itu status siaga darurat kekeringan tersebut juga memungkinkan warga lebih bijak dalam pemanfaatan air bersih.
"Dari kami provinsi itu ada 100 tangki air kemarin sudah disalurkan ke Kulonprogo. Saat ini pihak swasta juga turut membantu droping air, karena ini masalah kemanusiaan," jelas Noviar.
BACA JUGA: Musim Hujan Segera Datang, Petani Gunungkidul Diminta Segera Mengolah Lahan
Beberapa waktu lalu BPBD DIY telah mengajukan ke BNPB agar menyetujui permohonan rencana modifikasi cuaca atau hujan buatan. Permohonan itu telah diajukan sejak Agustus 2024 lalu, tetapi sampai saat ini BNPB belum memberikan persetujuan.
"Agustus kami ajukan, karena syaratnya kan harus ada status siaga darurat kekeringan. Itu kan sudah, tetapi masih belum terlaksana," ungkap Noviar.
Alasan BNPB belum memberikan persetujuan dilakukannya modifikasi cuaca, salah satunya menurut Noviar, belum tampak bibit-bibit awan yang memudahkan modifikasi cuaca. "Itu salah satu alasannya. Kami berharap itu dapat segera dilakukan, mengingat musim kemarau masih berlangsung," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.
FIFA batal jual saham Piala Dunia setelah UEFA ancam boikot. Petinggi mundur protes. Infantino akhirnya mundur. Simak kronologi lengkapnya
Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka di Stadion Sultan Agung. Pemkab Bantul menargetkan transaksi UMKM Rp2,367 miliar dan kunjungan 110 ribu orang selama semb
Timnas Indonesia cetak delapan gol dalam dua laga. Mitchell Baker sumbang empat gol. Siap hadapi Vietnam di Pakansari, Senin (3/8).
Trisno, bassist legendaris PAS Band, meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit. Musisi dan penggemar menyampaika