JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Jumat (21/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA–Rencana penutupan sementara Selokan Van Der Wijck dan Selokan Mataram pada Oktober 2025 mendatang menuai penolakan dari petani lantaran berpotensi mengganggu aktivitas pertanian. Pasalnya, jadwal penghentian aliran air bertepatan dengan musim tanam padi pada Oktober mendatang.
Sekretaris Aliansi Peduli Petani Sleman, Herman JP Maryanto, menuturkan bahwa kedua saluran air tersebut selama ini menjadi tumpuan utama bagi irigasi sawah, hortikultura, perikanan hingga sumber air sumur warga. Jika aliran benar-benar dihentikan, kata dia, lahan berisiko mengalami kekeringan yang berdampak pada ketahanan pangan.
“Kami tidak menolak adanya perawatan, tapi aliran air harus tetap tersedia agar petani bisa bekerja seperti biasa,” ujar Herman saat mendatangi DPRD DIY, Selasa (26/8/2025).
Herman juga menilai jadwal penutupan tidak sesuai dengan kesepakatan yang pernah dibuat. Dalam rapat koordinasi 25 Oktober 2024 lalu, disepakati bahwa penutupan total selokan baru dilakukan pada November 2029.
Namun, informasi terbaru menyebutkan rencana itu akan dimajukan menjadi Oktober 2025 tanpa ada sosialisasi langsung kepada petani.
Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD DIY, Nuryadi meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) meninjau kembali rencana tersebut agar tidak merugikan masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi antara pihak balai, pemerintah daerah, dan petani.
“Kalau hanya pemeliharaan kecil, seharusnya tidak sampai menghentikan aliran. Harus ada mekanisme yang memastikan pemeliharaan berjalan tapi kebutuhan air tetap aman,” tegas Nuryadi.
DPRD juga menyatakan siap menjadi mediator dialog lanjutan antara seluruh pihak demi menemukan solusi yang seimbang antara kebutuhan perawatan saluran bersejarah dengan keberlangsungan pertanian dan ekonomi warga Sleman.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO, Vicky Arianti, menjelaskan bahwa penutupan sementara diperlukan untuk perbaikan saluran yang sudah berusia tua. Menurutnya, proses ini hanya berlangsung sekitar satu hingga dua minggu dengan dukungan teknologi agar lebih cepat selesai.
“Secara teknis aliran memang harus dihentikan lebih dulu, tetapi waktunya masih bisa dimusyawarahkan. Bahkan ke depan kami mengusulkan pemeliharaan terjadwal setiap tahun agar kondisi selokan tetap terjaga dan sesuai dengan jadwal tanam petani,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,