Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Proses pembangunan kolam pelabuhan Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul mengaku akan banyak berdiskusi dengan Pemda DIY ihwal pengembangan kawasan sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul.
Kepala Bappeda Gunungkidul, Mohamad Arif Aldian mengatakan Pemkab Gunungkidul merasa terbantu dengan dukungan dari keberadaan PPP Gesing. Melalui pelabuhan itu, nelayan Gunungkidul akan dapat meningkatkan kualitas penangkapan hingga pengelolaan ikan atau sumber daya kelautan lain. Apalagi PPP Gesing hadir dengan konsep Tourism Fishing Port yang dapat menjadi destinasi wisata terintegrasi di Gunungkidul. “Termasuk infrastruktur jalan di sekitar kawasan PPP Gesing juga akan kami diskusikan dengan Pemda DIY,” kata Arif dihubungi, Rabu (23/10/2024).
Arif mengaku perlu ada persiapan untuk menyokong PPP Gesing seperti sumber air bersih. Air bersih ini akan semakin penting lantaran pelaku UMKM akan mengisi kios yang ada di PPP Gesing. Dengan begitu, masyarakat akan terdampak secara positif. Ekonomi sekitar pelabuhan akan bergerak. “Harapan kami ke depan perlu dipikirkan juga penguatan kapasitas sumber daya manusia di sekitar PPP Gesing,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto mengatakan kawasan sekitar PPP Gesing juga ikut menyokong keberadaan pelabuhan tersebut. “Di dekat pelabuhan nanti juga akan dibangun pabrik es portable,” kata Johan.
Ketika peresmian PPP Gesing, Plt Bupati Gunungkidul, Heri Susanto, mengharapkan agar PPP Gesing dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan membuka lapangan kerja baru di bidang jasa kelautan dan industri perikanan.
BACA JUGA: Resmi Beroperasi! Pelabuhan Gesing Ditarget Menghasilkan Produksi Perikanan Rp88 Miliar Per Tahun
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X menegaskan bahwa PPP Gesing diproyeksikan menjadi pelabuhan perikanan berbasis pariwisata. “Saya optimistis produksi perikanan akan berkembang seiring dengan pertumbuhan pariwisata pantai terintegrasi di Gunungkidul. Pelabuhan ini juga diharapkan mampu berperan dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui penerapan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu,” kata Paku Alam X.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi pentaheliks yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan potensi sumber daya ekosistem pesisir. “Pelabuhan Perikanan Pantai Gesing diharapkan tidak hanya membawa dampak positif bagi sektor perikanan, tetapi juga memicu pertumbuhan sektor pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.