Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Sejumlah pekerja terlibat dalam pembangunan gedung PLUT di Kalurahan Sogan, Kapanewon Wates, Rabu (30/10/2024). Gedung PLUT nantinya bakal menjadi pusat pengembangan UMKM dan koperasi di seluruh Kulonprogo. – Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hingga akhir Oktober ini, pembangunan gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kulonprogo sudah mencapai 67%. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada akhir 2024 dan bisa beroperasi pada 2025.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kulonprogo juga sudah melakukan pengadaan untuk sarana prasarana penunjang PLUT, seperti mesin pengemasan, komputer, peralatan audio visual, hingga fasilitas penunjang lain untuk pelatihan pemasaran, inkubasi, hingga pengembangan perencanaan bisnis lainnya.
Kepala Dinkop UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan total anggaran yang digunakannya untuk membangun PLUT mencapai Rp7,68 miliar. Realisasi anggaran itu lebih rendah dari pagu anggaran sebesar Rp9,2 miliar.
Iffah menerangkan rincian anggaran pembangunan PLUT itu digunakan untuk membangun gedung senilai Rp4,39 miliar dan Rp3,29 miliar untuk pengadaan sarana prasarana pendukung operasional. "Pengawasan terhadap pembangunan rutin kami lakukan, dan kami optimistis di akhir 2024 pembangunan sudah selesai dan bisa dioperasikan pada 2025," katanya saat ditemui, Rabu (30/10/2024).
Selain pengawasan, persiapan untuk mulai mengoperasikan PLUT sudah dilakukan dengan mendata UMKM yang akan difasilitasi di gedung yang nantinya menyediakan berbagai fasilitas pengembangan bisnis tersebut. "Sejumlah UMKM sudah kami data. Kami juga melakukan berbagai persiapan lain dengan menyiapkan kelembagaan pengoperasionalan PUT tersebut agar maksimal," katanya.
BACA JUGA: Puluhan Tahun Terbengkalai, Bangunan Gama Bookstore Akhirnya Dirobohkan Tahun Ini
Saat awal beroperasi, PLUT akan diampu oleh Bidang UMKM Dinkop UKM Kulonprogo. "Sambil menunggu penetapan lembaga setingkat unit pelaksana teknis [UPT] yang nanti mengoperasikannya, untuk sementara akan diampu Bidang UMKM yang memang memiliki ketugasan yang dekat dengan tujuan PLUT tersebut," katanya.
Penjabat Bupati Kulonprogo, Srie Nurkyatsiwi, menyebut jajarannya juga menyiapkan peraturan khusus untuk menyiapkan kelembagaan yang akan mengurus PLUT tersebut. "Pengelolaannya kami harap profesional dan terukur, termasuk melibatkan konsultan bisnis agar pendampingan UMKM dapat lebih maksimal," katanya.
Keberadaan PLUT di Kulonprogo, menurut Siwi, perlu dimaksimalkan oleh pelaku UMKM agar bisnisnya dapat terus berkembang. "Harapan kami makin banyak produk lokal Kulonprogo yang bertaraf nasional, bahkan bisa diekspor supaya kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan dengan pengembangan ekonomi ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.