Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Sebanyak 2.000 peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (2/11/2024). Antara/ist-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul mencatat ada 80 peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gagal lolos dalam tahapan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Musababnya, puluhan peserta tersebut tidak hadir ketika tes.
Kepala Bidang Formasi, Pengembangan, dan Data Pegawai BKPPD Gunungkidul, M. Farid Juni Haryanto mengatakan tidak mengetahui ihwal alasan ketidakhadiran peserta CPNS. Mereka juga tidak memberi kabar ke panitia seleksi.
“Mereka bukan mengundurkan diri, tapi tidak hadir, jadi otomatis tidak lolos,” kata Farid dihubungi, Selasa, (5/11/2024).
Farid menegaskan BKPPD telah menyampaikan tempat dan jadwal pelaksanaan tes SKD tersebut jauh hari. Seharusnya, peserta dapat mempersiapkan dengan baik. Setelah tes SKD, peserta akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
BACA JUGA: Akses Judi Online Bakal Dilacak jadi Jalur VPN dan Non-VPN
Materi pokok soal SKB dengan computer assisted test (CAT) sudah terbit dan dapat peserta akses di situs https://bkppd.gunungkidulkab.go.id.
Lebih jauh, Farid mengatakan total ada 1.825 peserta CPNS di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta. Adapun 200 peserta mengikuti tes di luar DIY dan ada sembilan orang menggunakan hasil tes SKD 2023. Penggunaan hasil tes SKD hanya dapat dilakukan dua kali sejak tahun pertama seleksi.
“Kemarin ada juga yang mengikuti tes SKD di luar negeri. Terus kalau pengawasan, aplikasi yang dibangun Badan Kepegawaian Nasional sudah dapat mengurangi potensi kecurangan,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Gunungkidul, Iskandar mengatakan maksimal hanya ada 200 peserta dalam satu sesi ujian. Sebab itu, waktu pelaksanaan tes SKD memerlukan waktu hingga tiga hari berturut mulai Sabtu, (2/11/2024) hingga Senin (4/11/2024).
Peserta yang telah menyelesaikan tes juga dapat langsung melihat hasil ujian. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan anggapan mengenai adanya potensi kecurangan. Iskandar menegaskan agar peserta tidak memercayai pihak yang mengaku dapat meloloskan tes.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.