86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi lomba lari/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul akan menggelar kompetisi lari terbesar pertama di Bumi Handayani bertajuk Gunungkidul City Run and Walk pada Minggu, (17/11/2024). Total hadiah yang disediakan untuk kompetisi ini mencapai total Rp134 juta.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gunungkidul, Supriyanto mengatakan gelaran yang menjadi bagian rangkaian Road to Porda XVII 2025 tersebut akan menyuguhkan sejumlah landmark monumen ikonik Kota Wonosari, seperti Pasar Wonosari, Bundaran Taman Bunga, Kodim 0730, RSUD Wonosari, Taman Budaya, hingga Tobong Siyono.
Tujuan dari kompetisi tersebut adalah meningkatkan semangat olahraga masyarakat Gunungkidul, sekaligus sebagai sarana pembinaan bagi atlet remaja Bumi Handayani.
Ada 10 kategori putra dan putri dalam kompetisi tersebut, yaitu mulai pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Gunungkidul, lalu masyarakat lokal dan umum.
Pendaftaran kompetisi tersebut dapat dilakukan melalui situs konigunungkidul.id secara cuma-cuma yang dibuka hingga Minggu (10/11/2024). Adapun jumlah pendaftar per Jumat, (8/11/2024) sudah mencapai 1.700 orang.
Lebih jauh, Supriyanto berharap kompetisi tersebut dapat menggerakkan perekonomian daerah mengingat pelibatan UMKM dalam pelaksanaannya.
BACA JUGA: 1.000 Pelari Akan Jajal Rute Menarik di Bagian Timur Kota Jogja
Pengambilan nomor BIB peserta dapat dilakukan pada Sabtu (16/11/2024) di Stand Youth Expo, Alun Alun Wonosari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB
Para pemenang di setiap kategori akan mendapatkan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan dengan besaran yang berbeda sesuai kategori.
Kasi Olahraga dan Prestasi Bidang Olaraga Dispora Gunungkidul, Iwan Yuliyanto mengatakan tidak ada batas kuota kompetisi tersebut. “Kami pakai anggaran APBD, jadi tidak ada biaya pendaftaran. Peserta, dengan syarat tertentu, bahkan dapat piagam dan uang pembinaan,” kata Iwan dihubungi, Jumat.
Hanya saja, kata dia peserta tidak mendapat medali dan jersei. Apabila peserta ingin mendapat keduanya, mereka perlu membayar Rp150.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.