Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul menyampaikan usaha para pelaku UMKM di Bumi Handayani sedang mengalami kesulitan. Hal ini yang membuat beberapa pelaku memutuskan berutang ke PT BPR Bank Daerah Gunungkidul (BGD).
Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan ada pelaku UMKM mengajukan kredit ke PT BPR BDG. Hanya, dia belum dapat menyampaikan jumlah pelaku usaha dan besaran utang. “Ketika kami bertemu dengan BDG, mereka mengeluhkan bahwa banyak nasabah mereka yang berhutang itu pasrah bongkokan atau sepasrah-pasrahnya, karena sulit membayar utang. Bahkan, banyak yang memberi jaminan [dalam bentuk aset] mereka serahkan,” kata Ery dihubungi, Jumat (15/11/2024).
Atas hal itu, Komisi B telah bertemu dengan PT BPR BDG pada Rabu (13/11/2024) untuk mendengarkan sekaligus mencari solusi atas kredit macet pelaku usaha. Hasil pertemuan ini nantinya menentukan penyertaan modal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ke PT BPR BDG.
BACA JUGA: Kementerian UMKM Siapkan Juknis Penghapusan Utang Macet
Menurut Ery, posisi pelaku UMKM di sektor pertanian dan kelautan memang mengalami kesulitan dalam pengembangan usaha. Sebab itu, dia menyambut baik dan mendukung langkah Pemerintah Pusat melalui Presiden Prabowo yang menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 47/2024 tentang Penghapustagihan Piutang Macet kepada UMKM. “PP itu kan belum ada regulasi turunannya juga. Kalau tidak salah nanti akan ada Peraturan Presiden. Posisi Pemkab itu sekarang masih menunggu regulasi turunannya,” katanya.
Senada, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Gunungkidul, Alip Supriyo mengapresiasi dan mendukung program penghapusan piutang macet bank negara terhadap UMKM.
Alip mengaku situasi perekonomian sempat terpuruk ketika Covid-19 merebak menjadi pandemi, sehingga Pemerintah Pusat memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Situasi tersebut belum pulih hingga saat ini, apalagi petani mengalami gagal panen akibat curah hujan minim. “Petani ada juga yang beternak untuk usaha. Mereka pinjam bank untuk beli sapi dengan jatuh tempo pembayaran utang beda-beda,” kata Alip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.