HNSI Gunungkidul Meminta Ada Subsidi Premi Jaminan Ketenagakerjaan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Jum'at, 15 November 2024 20:27 WIB
HNSI Gunungkidul Meminta Ada Subsidi Premi Jaminan Ketenagakerjaan

Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari/Harian Jogja-David Kurniawan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul meminta agar Pemkab Gunungkidul memberi subsidi premi asuransi jaminan kecelakaan kerja dan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan.

Ketua HNSI Gunungkidul, Rujimanto mengatakan jaminan kecelakaan kerja dan kematian menjadi sangat penting lantaran nelayan termasuk kategori pekerjaan rentan. “Dulu seingat saya ada subdisi, tetapi hanya dua tahun. Setelah itu, Pemkab melepas dan meminta agar nelayan membayar mandiri,” kata Rujimanto dihubungi, Jumat (15/11/2024).

Rujimanto menambahkan nelayan yang belum ikut sebagai penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan ada di Pantai Siung dan Wediombo; adapun di Ngrenehan hanya ada sedikit nelayan yang ikut.

Sementara, nelayan di Pantai Baron, Drini, Sadeng, Ngandong, dan Gesing hampir 100% ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Sudah saya sampaikan ke nelayan di Gunungkidul agar ikut BPJS Ketenagakerjaan. Satu bulan hanya bayar Rp16.800,” katanya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengaku penyelenggaraan asuransi jaminan kecelakaan kerja dan kematian dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing nelayan dengan dikoordinir oleh kelompok di masing-masing titik pendaratan ikan.

Adapun, Pemkab Gunungkidul belum dapat memberi subsidi premi lantaran keterbatasan APBD. “Frekuensi kejadian laka laut meningkat kalau saya perhatikan dengan membandingkan kejadian tahun lalu,” kata Wahid.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online