Jelang Iduladha, Pengurusan SKKH di Sleman Justru Sepi Peminat
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Kontraktor sedang melakukan beberapa pekerjaan di lokasi pembangunan Jembatan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen, Gunungkidul, Senin (18/11/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menyampaikan progres pembangunan Jembatan Kedungwanglu, Kalurahan Banyusoco, Playen kini sudah mencapai 57,260%. Jembatan ini ditarget selesai pada Desember 2024.
Dari pantauan langsung Harianjogja.com, ada dua tiang penyangga jembatan dari beton yang telah berdiri. Satu tiang berada di badan sungai setinggi sekitar 6 meter.
Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Tri Murtoposidi mengatakan pembangunan jembatan tersebut mengalami deviasi 1,965% dari target rencana 55,295%. Saat ini pembangunan telah sampai pada pembuatan tiang jembatan. Adapun, beberapa item pekerjaan pembangunan tersebut mencakup galian struktur, pasangan batu, pasang box culvert, saluran bentuk U, hingga penyediaan baja struktur grade 250. “Monitoring waktu sisa 43 hari. Artinya dihitung sesuai waktu pelaksanaan dalam kontrak, yaitu sampai akhir tahun,” kata Murtoposidi, Senin (18/11/2024).
Murtoposidi mengatakan anggaran yang digunakan untuk perencanaan, pengawasan, konstruksi, dan penunjang menyedot anggaran sekitar Rp7 miliar. Jembatan tersebut memiliki panjang hingga 40 meter dan lebar 5 meter.
Kepala Dukuh Kedungwanglu, Burhan Tholib berharap pembangunan Jembatan Kedungwanglu dapat segera selesai, sehingga dapat dimanfaatkan warga. Jembatan ini akan sangat membantu ketika musim hujan.
BACA JUGA: Bantul Sambut Baik Rencana Pembangunan Jembatan Banyusoco-Dlingo
Pasalnya, musim hujan berpotensi meningkatkan debit air Sungai Prambutan dan menenggelamkan jembatan crossway. Apabila jembatan crossway tenggelam, maka ada warga dari lima RT tidak dapat keluar atau terisolasi.
Menurut dia, jembatan crossway tidak akan dihilangkan meski ada jembatan baru sebagai pengganti. Jembatan crossway akan dia manfaatkan bersama warga untuk mendirikan wisata air. “Setelah jadi, crossway yang masih ada itu kalau kemarau kami bendung. Genangan air akan kami manfaatkan untuk wisata. Kami bikin getek, ban, dan cano. Kalau musim hujan kami lepas lagi bendungannya,” kata Burhan.
Burhan menambahkan dia dan warga juga sempat membendung jembatan crossway untuk budidaya ikan. Hanya, bendungan yang mereka tetap menyisakan lubang agar air sungai dapat mengalir. Dengan begitu, air tidak akan meluap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.