Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Suasana mimbar terbuka yang digelar perempuan difabel di halaman Gedung DPRD DIY, Selasa (10/12/2024). Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), Hari Hak Asasi Manusia, dan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum bagi Sasana Inklusi dan Gerakan Advoaksi Difabel (SIGAB) Indonesia untuk menyuarakan keprihatinan atas tingginya angka kekerasan terhadap perempuan difabel di Jogja.
Direktur SIGAB Indonesia, Muhammad Joni Yulianto mengungkapkan bahwa perempuan difabel mengalami kerentanan berlapis. Mereka tidak hanya menghadapi diskriminasi karena disabilitas, tetapi juga menjadi sasaran kekerasan fisik, psikis, seksual, dan dalam rumah tangga.
BACA JUGA: Komnas Suarakan Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan Pembela HAM
“Data kami menunjukkan bahwa dari 2016 hingga 2024, ada 183 kasus kekerasan terhadap perempuan difabel yang kami tangani. Angka ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa masalah ini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” kata Joni dalam mimbar terbuka yang digelar di halaman Gedung DPRD DIY, Selasa (10/12/2024).
Data Komnas Perempuan memperkuat temuan SIGAB. Sejak 2010 hingga 2012, tercatat 35% dari total kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia menimpa perempuan difabel. Artinya, setiap harinya rata-rata ada 3-4 kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan difabel di Indonesia.
Menurut Joni, akar masalah kekerasan terhadap perempuan difabel terletak pada berbagai faktor, termasuk stigma sosial, ketidaktahuan hukum, dan lemahnya penegakan hukum. Selain itu, kekerasan struktural yang tertanam dalam adat dan kebijakan negara juga turut memperparah situasi.
BACA JUGA: Menekan Kasus Kekerasan, Pemkab Kulonprogo Membentuk Desa Ramah Perempuan dan Anak
“Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak perempuan difabel, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas difabel dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus,” ujarnya.
SIGAB Indonesia telah melakukan sidang perempuan dengan melibatkan 20 perempuan penyintas kekerasan. Hasil dari sidang tersebut berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah dan instansi terkait. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan dan program yang lebih efektif dalam melindungi hak-hak perempuan difabel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.