Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, SLEMAN—Bantuan sosial beras untuk termin terakhir di 2024 mulai disalurkan di Kabupaten Sleman di awal Desember ini. Total penerima bantuan sebanyak 91.475 keluarga.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Sleman, Suparmono mengatakan, Pemerintah Pusat kembali menyalurkan bantuan beras untuk warga kurang mampu. Tambahan bantuan ini berlangsung tiga bulan yang disalurkan pada Agustus, Oktober dan Desember.
“Sekarang disalurkan bantuan untuk termin terakhir. Jumlah bantuan yang diberikan masih sama, yakni masing-masing keluarga mendapatkan jatah seberat sepuluh kilogram beras kualitas medium,” kata Pram, sapaan akrabnya, Rabu (11/12/2024).
Dia menjelaskan, untuk penyaluran sudah dimulai sejak 3 Desember 2024 lalu. Ditargetkan sebelum akhir bulan seluruh warga penerima manfaat yang tersebar di 17 kapanewon sudah menerima bantuan.
“Jumlah penerima bantuan ada 91.475 keluarga penerima manfaat. jadi, total beras yang disalurkan mencapai 914.750 kilogram,” katanya.
BACA JUGA: Renovasi Stadion Maguwoharjo Sleman Disesuaikan dengan Standar FIFA
Ia menambahkan, sebelum penyaluran dilaksanakan sudah ada proses verifikasi dan validasi calon penerima bantuan sehingga dapat tepat sasaran. “Sudah ada jadwal penyaluran untuk masing-masing kalurahan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Bulog,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi. Menurut dia, pelaksana penyaluran dilakukan oleh Bulog yang bekerjasama dengan masing-masing kalurahan.
Adapun penyaluran dilakukan melalui proses undangan kepada calon penerima manfaat ke lokasi yang telah ditentukan. “Jadi sebelum disalurkan akan ada undangan kepada warga untuk mengambil jatah beras yang sudah dialokasikan,” katanya.
Meski pelaksanaan langsung ditangani Bulog dengan kalurahan, Mustadi memastikan ada upaya monitoring dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bantuan merupakan beras yang layak dikonsumsi serta tepat sasaran.
“Kami akan bantu monitoring. Harapannya dengan monitoring ini, maka penyaluran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.