Ahli Kesehatan Tegaskan Waktu Istirahat Sekolah Jadi Kebutuhan Mutlak
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat dari Januari hingga Rabu (11/12/2024) sudah ada empat orang meninggal karena Demam Berdarah Dengue (DBD). Sedangkan, jumlah kasus DBD di Kabupaten Bantul mengalami peningkatan pada bulan November dibandingkan Oktober 2024.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum, mengatakan, pihaknya mencatat pada November 2024 Kasus DBD di Bumi Projotamansari mencapai 57 kasus. Atau meningkat 3 kasus dibandingkan Oktober 2024, yang mencapai 54 kasus.
BACA JUGA: Kasus DBD di Gunungkidul hingga November Mencapai 1.630 Kasus
"Sedangkan jumlah kasus meninggal dunia karena DBD hingga November 2024, sudah ada empat kasus," katanya, Rabu (11/12/2024).
Dengan adanya peningkatan kasus tersebut, Feranose berharap masyarakat untuk lebih menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup, menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan.
"Termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengoptimalkan gerakan 3 M plus, gerakan satu rumah satu jumantik," lanjutnya.
Feranose pun meminta agar pasien yang mengalami gejala demam dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat. "Karena rata-rata yang meninggal dunia tersebut ada yang telat dalam penanganan, ada juga yang memang memiliki faktor risiko masalah kesehatan lainnya. Untuk itu, ketika ada keluhan kami minta warga segera memeriksakan diri," harapnya.
Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiantoro menduga kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah kasus DBD. Menurutnya, di wilayah padat penduduk akan berpotensi terjadi menjadi tempat perlindungan nyamuk. “Untuk itu kami melakukan penyelidikan epidemiologi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina