Jelang Wajib Halal, Baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja Bersertifikat
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Cabai rawit - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun harga beberapa kebutuhan pokok di Bantul kenaikan signifikan. Salah satu komoditas yang melonjak drastis adalah cabai, khususnya cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.
Salah satu pedagang di Pasar Niten, Mariyati, mengungkapkan harga cabai rawit merah mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan. Harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp30.000 per kilogram, atau naik dari harga sebelumnya yang mencapai Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, Mariyati mengaku harga cabai rawit hijau bahkan meningkat lebih tajam, dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. “Cabai naik total. Biasanya enggak setinggi itu,” katanya saat ditemui di Pasar Niten, Rabu (11/12/2024).
Dia mengaku selama ini mendapatkan pasokan cabai langsung dari petani di Sanden, Bantul. Namun, kesulitan dalam kulakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga.
“Dapat cabai sekarang gampang-gampang sulit. Tapi untungnya masih ada stok dari petani langsung,” katanya.B
BACA JUGA: Sah! Pemda DIY Umumkan Kenaikan UMP 6,5 Persen, Segini Besarannya
Sementara pedagang lainnya, Yani juga menaikkan harga jual cabai miliknya. Yani menjual cabai rawit merah dengan harga Rp35.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau dihargai Rp45.000 per kilogram.
Menurut Yani, harga cabai dari pemasok beberapa hari belakangan mengalami kenaikan. Dia mengaku selama ini harga beli cabai yang didapat dari petani Magelang dan Sanden naik belasan ribu.
Dia pun mengaku hanya mengambil untung sekitar seribu hingga dua ribu untuk menjual satu kilogram cabai, meski sudah menaikkan harga cabai.
“Sudah tiga hari ini harganya naik terus. Sulit juga dapat kulakan, jadi mau tidak mau harga naik,” ujarnya.
Kenaikan harga cabai tidak hanya memberatkan pedagang tetapi juga memengaruhi pola belanja konsumen. Menurut Yani, kini beberapa pelanggan mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
“Biasanya pelanggan beli beberapa kilogram. Sekarang, banyak yang hanya beli setengah atau seperempat kilogram,” ujarnya.
Sementara salah satu pembeli, Sri Kusuma mengaku mengurangi konsumsi cabai beberapa hari belakangan.
Dia biasanya membeli sekitar setengah kilogram cabai untuk digunakan selama seminggu. Namun, kini dia hanya membeli seperempat kilogram cabai. “Harganya mahal, jadi beli sedikit saja. Ini cuma untuk [konsumsi] sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Mengusung konsep private villa premium, The Kharma Villas Yogyakarta menghadirkan empat tipe unit dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
Tiongkok menargetkan mobil otonom digunakan secara luas pada 2030 dan memperkuat industri kendaraan listrik pintar.
Sesosok jasad lansia asal Piyungan Bantul ditemukan di Sungai Opak Berbah Sleman usai dilaporkan hilang sejak Rabu.
Marc Márquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP San Marino 2026 dengan waktu 1:31,468, unggul 0,060 detik dari Marco Bezzecchi.
Olahraga 20 menit dapat membantu menjaga kemampuan memori setelah kurang tidur, menurut studi terbaru yang diterbitkan PNAS.