Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Jogja Data Usaha Digital
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Cabai rawit - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di akhir tahun harga beberapa kebutuhan pokok di Bantul kenaikan signifikan. Salah satu komoditas yang melonjak drastis adalah cabai, khususnya cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.
Salah satu pedagang di Pasar Niten, Mariyati, mengungkapkan harga cabai rawit merah mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan. Harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp30.000 per kilogram, atau naik dari harga sebelumnya yang mencapai Rp18.000 per kilogram.
Sementara itu, Mariyati mengaku harga cabai rawit hijau bahkan meningkat lebih tajam, dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. “Cabai naik total. Biasanya enggak setinggi itu,” katanya saat ditemui di Pasar Niten, Rabu (11/12/2024).
Dia mengaku selama ini mendapatkan pasokan cabai langsung dari petani di Sanden, Bantul. Namun, kesulitan dalam kulakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga.
“Dapat cabai sekarang gampang-gampang sulit. Tapi untungnya masih ada stok dari petani langsung,” katanya.B
BACA JUGA: Sah! Pemda DIY Umumkan Kenaikan UMP 6,5 Persen, Segini Besarannya
Sementara pedagang lainnya, Yani juga menaikkan harga jual cabai miliknya. Yani menjual cabai rawit merah dengan harga Rp35.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau dihargai Rp45.000 per kilogram.
Menurut Yani, harga cabai dari pemasok beberapa hari belakangan mengalami kenaikan. Dia mengaku selama ini harga beli cabai yang didapat dari petani Magelang dan Sanden naik belasan ribu.
Dia pun mengaku hanya mengambil untung sekitar seribu hingga dua ribu untuk menjual satu kilogram cabai, meski sudah menaikkan harga cabai.
“Sudah tiga hari ini harganya naik terus. Sulit juga dapat kulakan, jadi mau tidak mau harga naik,” ujarnya.
Kenaikan harga cabai tidak hanya memberatkan pedagang tetapi juga memengaruhi pola belanja konsumen. Menurut Yani, kini beberapa pelanggan mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
“Biasanya pelanggan beli beberapa kilogram. Sekarang, banyak yang hanya beli setengah atau seperempat kilogram,” ujarnya.
Sementara salah satu pembeli, Sri Kusuma mengaku mengurangi konsumsi cabai beberapa hari belakangan.
Dia biasanya membeli sekitar setengah kilogram cabai untuk digunakan selama seminggu. Namun, kini dia hanya membeli seperempat kilogram cabai. “Harganya mahal, jadi beli sedikit saja. Ini cuma untuk [konsumsi] sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.