Kekeringan Meluas di Bantul, 1.489 Warga Sudah Terima Bantuan Air
Kekeringan mulai meluas di Bantul. BPBD telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 1.489 warga di lima kapanewon dan menyiapkan 400 tangki bantuan.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA – Alokasi Dana Keistimewaan (Danais) untuk urusan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode 2022-2024 tercatat sangat signifikan. Hal ini tertuang dalam Analisis Kebijakan Danais untuk Urusan Kebudayaan di DIY yang dilakukan oleh Perkumpulan IDEA.
Manajer Knowledge Management Perkumpulan IDEA, Ahmad Haedar mengatakan, urusan kebudayaan menjadi sektor yang paling banyak mendapat alokasi Danais dibandingkan urusan keistimewaan lainnya. Bahkan, dalam dua tahun terakhir, alokasi dana untuk kebudayaan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
"Dari sisi persentase, alokasi untuk kebudayaan juga menduduki posisi tertinggi. Selama tiga tahun terakhir, persentasenya di atas 70%, bahkan pada tahun 2023 hampir mencapai 80%," kata Haedar, Selasa (17/12/2024).
Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran Danais untuk kebudayaan dialokasikan untuk kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, tradisi, dan lembaga budaya. Penguatan lembaga pelestari budaya seperti sanggar tari, kelompok musik tradisional, dan komunitas seni lainnya menjadi prioritas utama.
"Namun, perlu diingat bahwa perencanaan dan pelaksanaan program keistimewaan urusan kebudayaan, khususnya terkait kesejahteraan pelaku seni/budaya, belum cukup partisipatif. Pelaku seni/budaya masih terlihat sangat keraton dan pakualaman sentris. Transparansi mekanisme fasilitasi event juga perlu ditingkatkan," katanya.
Haedar menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan Danais untuk kebudayaan. Ia menyarankan agar publikasi penerima swakelola, tender, atau pelaku seni/budaya yang mendapat apresiasi melalui dukungan anggaran Danais dilakukan secara terbuka. Hal ini bertujuan untuk mendorong kritik dan evaluasi serta memastikan bahwa dukungan dana tersebut tepat sasaran.
"Kegiatan bersifat event seni/budaya seharusnya bisa dikelola dengan model padat karya/swakelola oleh para pelaku seni/budaya dengan mekanisme yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Hal ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku seni/budaya," jelasnya.
Haedar menambahkan bahwa, alokasi Danais yang besar untuk kebudayaan di DIY menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan sektor ini. Namun, perlu ada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan partisipasi pelaku seni/budaya dalam perencanaan dan pelaksanaan program, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran.
"Dengan demikian, Danais dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi seluruh pelaku seni dan budaya di DIY," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan mulai meluas di Bantul. BPBD telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 1.489 warga di lima kapanewon dan menyiapkan 400 tangki bantuan.
Hugging Face menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan insiden agen AI OpenAI. Simak pengertian, fungsi, sejarah, dan manfaat platform AI ini.
Barcelona menyampaikan duka cita setelah seorang pekerja proyek renovasi Spotify Camp Nou meninggal akibat kecelakaan kerja pada Jumat.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap rute YIA-Stasiun Tugu Yogyakarta beserta jam keberangkatan terbaru.
Bayern Munchen menegaskan Michael Olise tidak masuk daftar jual meski terus dikaitkan dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas.
Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapsiagaan nasional.