UMY Nonaktifkan Dosen Farmasi Saat Dugaan Pelecehan Diusut
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Hotel Mutiara di Jl. Malioboro Kota Jogja./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Eks Hotel Mutiara yang terletak di kawasan strategis Malioboro segera bertransformasi menjadi pusat pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkualitas tinggi. Hotel yang telah jadi milik Pemda DIY ini sebelumnya memang direncanakan jadi wadah bagi UMKM premium untuk menjadi lokasi mejeng.
Kepala Bidang UKM Dinkop UKM DIY, Veronica Setioningtyas Prativi mengatakan, lantai dasar dari bangunan itu akan menjadi ruang bagi para pelaku UMKM terpilih untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka. "Rencananya, lantai bawah akan dikelola oleh koperasi dan menjadi etalase bagi UMKM premium," ujarnya, Sabtu (21/12/2024).
BACA JUGA : Jadi Pusat UMKM, Eks Hotel Mutiara 1 Malioboro Jogja Beroperasi di 2025
Salah satu kelompok UMKM yang akan mendapatkan tempat khusus di Hotel Mutiara adalah para pedagang jendela sibakul. Para pedagang yang merupakan binaan Pemda DIY itu selama ini menempati sejumlah tempat dan akan dipindahkan ke lokasi baru ini. "Karena Hotel Mutiara sudah selesai direnovasi, kami akan manfaatkan untuk memindahkan para pedagang jendela sibakul mulai tanggal 4 Januari 2025," jelas Veronica.
Pemindahan ini dilakukan dengan tujuan memberikan ruang yang lebih layak dan strategis bagi para pedagang jendela sibakul untuk berjualan. Selain itu, lokasi yang baru juga diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk-produk UMKM binaan pemerintah.
"Jendela sibakul ini merupakan UMKM binaan kami dan ingin kami tampilkan di tempat-tempat ramai. Sebelumnya mereka pernah menempati Kantor Pos Jogja dan Plaza Malioboro," imbuh Veronica.
Veronica menegaskan bahwa pengelolaan etalase UMKM di Hotel Mutiara akan mengusung konsep mandiri. Para pelaku UMKM yang berminat memajang produknya di tempat ini akan dikenakan biaya sewa. "UMKM akan benar-benar mandiri. Mereka akan membayar biaya sewa untuk memajang produknya," ujarnya.
BACA JUGA : 120 Pelaku Ekraf Terlibat dalam Pameran Keistimewaan
Besaran biaya sewa yang akan dikenakan masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan jenis produk dan luas area yang digunakan. "Kami masih akan melakukan survei untuk menentukan jumlah UMKM yang akan menempati etalase ini dan juga akan memetakan lokasi yang sesuai untuk masing-masing produk," tambah Veronica.
Berbagai jenis produk UMKM akan hadir di etalase eks Hotel Mutiara, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen. "Kapasitas etalase akan disesuaikan dengan penataan ruangan. Yang pasti, kami ingin menampilkan produk-produk UMKM yang berkualitas dan memiliki potensi pasar yang luas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.