Dugaan Pungli Food Truck di Alkid, Kraton Ngayogyakarta Minta Pelaku Ditindak Tegas
Dugaan pungli food truck di Alkid Jogja viral. Keraton meminta Pemkot Jogja dan aparat mengusut serta menindak tegas.
Skrining TBC - Ilustrasi Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat ada ribuan penderita tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Untuk mengoptimalkan penanganan, Dinkes Bantul terus mendorong penemuan kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Feranose Panjuantiningrum, menyampaikan pihaknya mencatat ada 1.400 orang penderita TBC dalam kurun waktu tersebut.
Dari angka tersebut, ratusan di antaranya merupakan anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita). Selain itu, ratusan penderita diantaranya merupakan lanjut usia (lansia). "Sebagian besar penderita TBC di rentang usia 0-4 tahun, dan lebih dari 65 tahun," ujar Feranose, Minggu (22/12/2024).
Feranose menilai balita yang terpapar TBC karena daya tahan tubuh yang masih lemah. Selain itu, paparan bakteri Mycobacterium tuberculosis dari penderita lain juga menjadi risiko penularan penyakit tersebut.
Dia menuturkan beberapa gejala TBC yang dapat diwaspadai antara lain demam yang tidak terlalu tinggi selama lebih dari dua minggu, berat badan yang menurun tanpa sebab, ada benjolan di area leher, dan penderita mengalami batuk lebih dari dua minggu.
Dia mendorong agar masyarakat memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat apabila mengalami gejala tersebut. Dia pun meminta agar masyarakat yang terindikasi menderita TBC dapat melakukan pemeriksaan uji laboratorium.
Dia menuturkan Dinkes Bantul telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Langkah tersebut meliputi promosi kesehatan, pencegahan, pengobatan, hingga rehabilitasi. “Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk program lintas sektor,” ujarnya.
BACA JUGA: WHO Laporkan Ada 8 Juta Kasus Baru Tuberkulosis
Dia mengaku salah satu fokus utama Dinkes Bantul yaitu meningkatkan penemuan kasus TBC secara intensif. Upaya penemuan kasus tersebut dilakukan secara pasif melalui layanan kesehatan maupun aktif di masyarakat. Beberapa langkah strategis yang dilakukan antara lain sosialisasi ke masyarakat tentang TBC, investigasi kontak pasien dan pencarian kasus aktif di populasi khusus, termasuk balita dengan masalah gizi.
Dinkes Bantul juga melakukan imunisasi untuk mencegah TBC. Dinkes Bantul juga menyediakan layanan diagnosis dan tatalaksana TBC yang didukung dengan pelatihan petugas, serta penyediaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan pungli food truck di Alkid Jogja viral. Keraton meminta Pemkot Jogja dan aparat mengusut serta menindak tegas.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.