Kasus KDRT Masih Mendominasi Meski Kekerasan di Sleman Turun
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Salah satu pandai besi di Padukuhan Kajar II, Sugito sedang membuat arit di bengkel pandai besi milikinya di Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (20/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pandai besi di Padukuhan Kajar II, Kalurahan Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul mendapat banyak orderan selama musim tanam periode November-Desember 2024.
Salah satu pandai besi di Kajar II, Sugito mengatakan usaha pembuatan perkakas pertanian miliknya yang bernama Anas Pandai Besi telah mendapat banyak pesanan sejak November 2024.
Sugti menejelaskan dia mendapat pesanan arit sekitar 50 kodi atau total 1.000 arit pada November 2024. Dia memprediksi pesanan arit selama Desember 2024 akan mencapai sekitar 60 kodi atau 1.200 arit.
“Kalau petani mau menanam jagung, padi, kacang agak ramai. Pesanan akan sepi lagi di masa ketika tanaman sudah setinggi lutut. Kalau mau panen ramai lagi. Puncak masa panen April 2025 nanti ada banyak pesanan lagi,” kata Sugito ditemui di Kajar II, Jumat (20/12/2024).
Arit-arit tersebut dibuat dari dua tungku yang ada. Satu tungku dapat memproduksi sekitar 70 buah arit. Bahan yang dia gunakan adalah baja yang berasal dari peer roll. Sugito membelinya dari pengepul besi. Sugito tidak hanya membuat arit, tetapi juga gathul/cangkul kecil, pisau dapur, dan gancu.
BACA JUGA: Musim Hujan di Depan Mata, Masa Tanam Padi Bakal Dimulai Oktober dan November
Ihwal harga, ada perbedaan berdasarkan pada ukuran dan kualitas. Arit besar dapat mencapai Rp600.000-Rp700.000 per kodi. Adapun arit kecil dan sedang dijual dengan harga mulai dari Rp350.000-Rp500.000.

Sugito tidak menjual arit langsung ke pasar. Ada pengepul yang siap menerima aritnya. Mayoritas pembeli berasal dari Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah serta Bantul dan Kulonprogo, DIY. Arit yang dia buat bahkan merambah ke Pulau Sumatra.
Adapun Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul telah mengeluarkan surat Kepala DPP No. 500.6.4/1523 tertanggal 13 September 2024 tentang Persiapan Musim Tanam 2024/2025. Surat tersebut berisi imbau agar petani bersiap menghadapi musim tanam. Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang disampaikan seperti petani perlu segera mengolah lahan dan memanen ubi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Handayani di Kalurahan Duwet, Jumadi mengatakan petani memang banyak menggunakan perkakas pertanian ketika musim hujan. “Memang kalau pas seperti ini [musim tanam] meningkat semua penggunaan alat pertanian. Tapi di kelompok kami tidak kekurangan peralatan,” kata Jumadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.