DPRD Kota Jogja Dorong Pemkot Jogja Serius Tangani Sampah selama Libur Akhir Tahun

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Senin, 30 Desember 2024 20:47 WIB
DPRD Kota Jogja Dorong Pemkot Jogja Serius Tangani Sampah selama Libur Akhir Tahun

Sampah terlihat menumpuk di Jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, Rabu (24/7/2024). Di lokasi ini Satpol PP Kota Jogja kerap menangkap pembuang sampah liar. – Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, JOGJA - DPRD Kota Jogja mendorong Pemkot Jogja serius dalam menangani persoalan sampah di Kota Jogja, terutama pada momentum libur Natal dan Tahun Baru.

Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Muhammad Affan menyebut pihaknya memprediksi produksi sampah akan melonjak saat libur nataru. Sebab, sampah tak hanya datang dari warga Kota Jogja saja, tapi juga dari para wisatawan.

"Setelahnya ini kan akan kita mempunyai tumpukan sampah yang di luar biasanya. Itu nanti segera dituntaskan sehingga tidak meninggalkan sampah sisa wisatawan," ujar Affan.

Dia menyebut petugas kebersihan harus diatur jadwalnya. Petugas kebersihan juga didorong untuk senantiasa stand by. Affan menyebut sebagai langkah antisipasi sejumlah persiapan turut dilakukan.

Salah satunya dengan opersional mesin insinerator yang mulai dilakukan uji coba. Targetnya, 4 mesin insinerator milik Pemkot Jogja ini bisa memusnahkan hingga 200 ton sampah.

"Kami kemarin habis meninjau insinerator di dua titik, di Sitimulyo dan Giwangan. Itu sudah baik hanya manajemen pengolahan sampahnya yang bisa diperbaiki. Ini kemarin kita ninjau awal Desember, harapannya nanti ini pertengahan Desember tadi usulan kita tentang manajemen sampah bisa lebih baik," tuturnya.

Selain mengoptimalkan insinerator, Komisi C juga mendorong optimalisasi pengolahan sampah menjadi produk RDF. Di sisi lain, Affan turut menanggapi keberadaan tumpukan sampah yang masih terus menumpuk di tepi-tepi jalan.

Affan mengatakan pihaknya telah berupaya untuk berkoordinasi dengan Satpol PP dan Satlinmas di tiap wilayah. Tujuannya, untuk memastikan upaya pengawasan di depo-depo sampah atau di titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal tetap dilaksanakan secara masif. Apalagi, pembuang sampah ilegal biasanya akan membuang sampah secara sembunyi-sembunyi.

"Bersama dengan wilayah, melibatkan Satlinmas dan Satpol PP melakukan patroli. Apalagi kita harus menyajikan Kota Jogja ini lebih bersih. Jangan sampai nanti wisatawan datang, kita viral Jogja jadi kota sampah," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online