Rata-rata Timbulan Sampah di Sleman Menyentuh 601 Ton per Hari

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 02 Januari 2025 15:37 WIB
Rata-rata Timbulan Sampah di Sleman Menyentuh 601 Ton per Hari

Ilustrasi sampah. Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat rata-rata timbulan sampah per hari mencapai 601,6 ton. Timbulan sampah tersebut dihasilkan dari aktivitas 1.157.000 penduduk Sleman.

Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan guna mengatasi timbulan sampah setiap harinya, DLH siap mengelolanya di dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berada di Sedangsari, Minggir, dan Tamamartani, Kalasan.

BACA JUGA: Musim Libur Sampah Meningkat di Kulonprogo, Pusatnya di Wates dan Pantai Glagah

Selain itu, Sleman juga memiliki 42 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). “Pada 2024, kami juga membangun TPST Donokerto. Mesin TPST ini akan kami lengkapi pada tahun anggaran 2025,” kata Epiphana dihubungi, Kamis (2/1).

Sebelumnya, UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman mencatat ada kenaikan tonase sampah sekitar 10% selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Apabila melihat rata-rata timbulan sampah per hari, maka ada kenaikan 60,16 ton.

Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Rita Probowati mengatakan hampir semua hotel di Bumi Sembada telah mengelola sampah mandiri. Sisa-sisa makanan atau sampah organik di hotel disalurkan ke peternak dan perikanan. Sedangkan, sampah anorganik hampir semua laku dijual.

Lain sektor, kawasan wisata juga telah mengelola sampah baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak swasta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online