PAW Lurah Sleman Tunggu Perbup, Ini Daftar 5 Kalurahan dan Alasannya
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mencatat rata-rata timbulan sampah per hari mencapai 601,6 ton. Timbulan sampah tersebut dihasilkan dari aktivitas 1.157.000 penduduk Sleman.
Kepala DLH Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan guna mengatasi timbulan sampah setiap harinya, DLH siap mengelolanya di dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang berada di Sedangsari, Minggir, dan Tamamartani, Kalasan.
BACA JUGA: Musim Libur Sampah Meningkat di Kulonprogo, Pusatnya di Wates dan Pantai Glagah
Selain itu, Sleman juga memiliki 42 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). “Pada 2024, kami juga membangun TPST Donokerto. Mesin TPST ini akan kami lengkapi pada tahun anggaran 2025,” kata Epiphana dihubungi, Kamis (2/1).
Sebelumnya, UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman mencatat ada kenaikan tonase sampah sekitar 10% selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Apabila melihat rata-rata timbulan sampah per hari, maka ada kenaikan 60,16 ton.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Rita Probowati mengatakan hampir semua hotel di Bumi Sembada telah mengelola sampah mandiri. Sisa-sisa makanan atau sampah organik di hotel disalurkan ke peternak dan perikanan. Sedangkan, sampah anorganik hampir semua laku dijual.
Lain sektor, kawasan wisata juga telah mengelola sampah baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak swasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman siapkan PAW lurah di 5 kalurahan. Raperbup segera disahkan sebagai dasar hukum pelaksanaan Pilur antar waktu 2026.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.