Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Perpustakaan Kota Jogja di Kotabaru, Kamis (2/1/2025)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali membuka layanan Perpustakaan Kota Jogja di Kotabaru mulai Kamis (2/12/2024). Perpustakaan ini sebelumnya tutup sementara selama sembilan bulan karena dibangun untuk perluasan gedung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Afia Rosdiana, menjelaskan mulai 2 Januari 2025 Perpustakaan Kota Jogja di Kotabaru sudah membuka layanan secara penuh, yakni pada pukul 08.00-17.00 WIB pada Senin-Kamis, pukul 09.00-17.00 WIB pada Jumat dan pukul 08.30-11.30 WIB pada Sabtu-Minggu.
“Jenis-jenis layanannya masih sama dengan sebelumnya. Namun ada yang baru ada Pusat unggulan naskah kuno Gantari. Dalam waktu satu dua bulan ke depan juga ada ruang pelayanan audio video untuk pemutaran video dan film,” ujarnya.
Gedung Perpustakaan Kota Jogja di Kotabaru ditingkatkan menjadi tiga lantai dari sebelumnya hanya dua lantai. Pada lantai satu terdapat layanan Gantari, ruang perpustakaan anak, koleksi buku baru, terbitan berkala, koleksi buku braille serta ruang pelayanan.
Pada lantai dua ada koleksi bahasa asing, layanan internet, dan ruang kreativitas untuk berkegiatan. Sedangkan pada lantai tiga untuk koleksi buku umum, layanan sirkulasi dan membaca di tempat. Perpustakaan Kota Jogja memiliki koleksi sekitar 33.000 judul buku fiksi dan non fiksi.
Selain penambahan ruangan dan fasilitas, pada renovasi ini juga dilakukan perbaikan pada ruangan-ruangan yang ada sehingga lebih bagus dan nyaman. “Dulu ruang anak di lantai dua, sekarang di lantai satu. Semakin bagus dan semakin luas,” ujarnya.
Perpustakaan Kota Jogja diperluas karena jumlah pengunjungnya tinggi. Afi menyebut sebelum gedung baru dengan tiga lantai, rata-rata jumlah pengunjung Perpustakaan Kota Jogja di Kotabaru sekitar 400 orang setiap harinya.
“Tingkat kunjungan di Perpustakaan di Kotabaru ini memang sangat tinggi. Dulu tempatnya kecil banget. Dengan perluasan ini harapan kami bisa melayani lebih banyak masyarakat. Jadi pemustaka yang datang ke sini saat penuh ridak pulang karena kita semakin banyak tempat untuk pemustaka,” kata dia.
Salah satu pemustaka, Talita Vania Sasikirana, merupakan mahasiswi UGM. Ia merasa senang dan lebih nyaman dengan gedung baru Perpustakaan Kota Jogja dibandingkan sebelumnya.
“Pertama pasti lebih senang soalnya udah lama banget gak ke sini. Yang jelas gedungnya jadi lebih nyaman, lebih bagus. Buat nugas dan baca-baca lebih enak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.