Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Perpustakaan - ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Gunungkidul telah membangun perpustakaan berbasis inklusi sosial di 69 kalurahan. Ditargetkan program ini bisa menyasar di seluruh kalurahan di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul, Kisworo mengatakan, perpustakaan di tingkat kalurahan tidak hanya untuk sarana literasi seperti membaca, meminjam atau mengembalikan buku. Pasalnya, fasilitas yang diberikan lebih luas karena bisa sebagai pusat pembelajaran maupun kegiatan Masyarakat.
“Program ini dikenal dengan perpustakaan berbasis inklusi sosial,” katanya, Minggu (23/2/2025).
Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan bisa untuk kegiatan lain selain peningkatan minat baca. Hal ini dikarenakan di lokasi yang sama bisa menggelar kegiatan seperti senam, line dance, berbagai pelatihan mulai dari barista kopi, membuat buket atau lainnya.
BACA JUGA: Menteri PU Sebut Revitalisasi Stadion Maguwoharjo Sudah Sesuai Standar FIFA
“Jadi juga sebagai bagian untuk menyemarakkan dan menghidupkan keberadaan perpustakaan di kalurahan,” katanya.
Perpustakaan berbasis inklusi sosial akan dibentuk di 144 kalurahan di Gunungkidul. Hanya saja, hingga sekarang baru terbentuk di 69 kalurahan. “Memang harus bertahap pembentukannya dan harapannya bisa menyasar ke seluruh kalurahan,” ungkap Kisworo.
Guna menyukseskan program ini, Pemkab Gunungkidul akan memberikan stimulus berupa program dan pelatihan yang dibutuhkan di Masyarakat. Pelatihan tersebut di antaranya strategi pengembangan perpustakaan hingga pembekalan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi.
“Kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang di Gunungkidul untuk mewujudkan program literasi yang baik,” katanya.
Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpusatakaan dan Arsip Daerah Gunungkidul, Arif Yahya menambahkan, telah menyiapkan program untuk perluasan jaringan perpustakaan berbasis inklusi sosial di Masyarakat.
Hingga bulan kedua 2025, sudah dibangun di tiga kalurahan meliputi Piyaman, Wonosari; Genjahan, Ponjong dan Ngleri di Kapanewon Playen.
Menurut dia, keberadaan perpustakaan di kalurahan memiliki banyak manfaat. selain fungsi utama dalam upaya peningkatan literasi, juga sebagai pusat kegiatan Masyarakat.
“Bisa saling melengkapi karena kegiatan yang diadakan dapat memanfaatkan koleksi dari literasi buku di perpustakaan. Kan banyak buku-buku tentang pelatihan, lha itu bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di Masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"