Antisipasi Penularan HPMV di Bandara YIA, Balai Karantina Kesehatan Tingkatkan Pengawasan

Triyo Handoko
Triyo Handoko Selasa, 07 Januari 2025 16:17 WIB
Antisipasi Penularan HPMV di Bandara YIA, Balai Karantina Kesehatan Tingkatkan Pengawasan

Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu-satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.

Harianjogja.com, KULONPROGO–Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang serupa dengan flu mendapat perhatian serius oleh Balai Karantina Kesehatan (BKK) Yogyakarta. Perhatian ini terutama dengan meningkatkan pengawasan di Bandara YIA karena jadi lokasi pertemuan banyak orang terutama dari mancanegara.

Virus yang pertama kali ditemukan pada 2001 dan kembali mencuat di China ini oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebar luas hingga ke sejumlah negara termasuk Malaysia. BKK Yogyakarta juga sudah mendapat arahan dari Kemenkes untuk mengantisipasinya mengingat Bandara YIA memiliki rute langsung ke negeri jiran itu.

Kepala BKK Yogyakarta, Wisnu Trianggono menjelaskan pencegahan penularan virus ini maksimal dilakukan pihkanya dengan memeriksa penumpang Bandara YIA. “Termasuk juga benda-benda yang keluar masuk area bandara,” jelasnya.

Virus yang dapat menular lewat doorplate ini, lanjut Wisnu, juga sudah disiapkan penanganannya bagi yang suspect mengidapnya.”Terutama jika ada penumpang atau kru pesawat yang sakit langsung akan dilakukan pengecekan,” terangnya.

BACA JUGA: Belum Temukan Kasus, Dinkes Bantul Tetap Waspadai HMPV

Penyedia layanan medis bagi terduga tertular virus ini, sambung Wisnu, sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo. “Ada rumah sakit yang sedang disiapkan untuk penagnan suspect HMPV ini,” tuturnya.

Kepala Dinkes Kulonprogo,  Sri Budi Utami sudah menyiapkan penanganan antisipasi penularan HMPV ini dengan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). “Pengawasan juga dilakukan dengan kajian mingguan oleh Tim Epidemiologi,” paparnya.

Sri Budi menyebut belum tahu persis gejala penyakit oleh virus ini. “Sebenarnya penanganan bisa mandiri asal pengidapnya tidak memiliki komorbid, bagi kami yang terpenting mencegahnya dengan pola hidup bersih dan sehat, menghindari kerumunan, serta menggunakan masker bagi yang bergejala,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online