Inflasi Jogja Naik 0,46 Persen, Kenaikan Harga BBM Jadi Pemicu Utama
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, BANTUL—Bencana longsor terjadi di sekitar Makan Raja-raja Imogiri pada Jumat (10/1/2025) sekitar 03.30 WIB. Akibat longsor tersebut beberapa rumah warga terkena longsoran.
Komandan TRC BPBD Bantul, Mahardika Casco Sujatmiko menuturkan hujan yang terjadi pada Jumat (10/1/2025) dini hari, menyebabkan talud ambrol dan longsoran terjadi di sekitar Makam Raja-raja Imogiri.
Adapun panjang longsoran sekitar 8 meter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.
"Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp30 juta. Untuk sementara, BPBD Bantul akan memasang terpal di lokasi tersebut untuk mengantisipasi agar dampak longsoran tidak meluas," katanya, Jumat.
Komandan SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto menambahkan sebelum longsoran terjadi pihaknya telah mengecek lokasi tersebut.
Saat itu, dia mengaku telah menyampaikan potensi longsoran di daerah tersebut. "Untuk longsor sekarang posisi menghantam masjid dan sebagian rumah warga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Kota Jogja Juni 2026 naik 0,46% dipicu kenaikan BBM, terutama berdampak pada sektor transportasi.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.