Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Anak difabel mengunjungi Taman Lalu Litnas Dinas Perhubungan Kota Jogja, beberapa waktu lalu./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keselamatan bagi para anak usia dini, termasuk pada anak-anak difabel. Maka Taman Lalu Lintas pun terus dibenahi untuk lebih inklusif.
Kabid Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Jogja, Harry Purwanto, menjelaskan anak-anak difabel juga berhak menerima edukasi tertib berlalu lintas dan diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas untuk anak difabel sangat diperlukan agar mereka tahu dan memahami cara berlalu lintas dengan aman guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan. "Kami ingin anak-anak difabel juga mengerti dan perlu akan edukasi tentang peraturan lalu lintas," ujarnya, Selasa (14/1/2025).
BACA JUGA : Taman Edukasi Lalu Lintas di Giwangan Jogja Kian Diminati
Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di DIY telah banyak menggunakan fasilitas dari Taman Lalu Lintas. "Siswa dari SLB di DIY kerap memakai Taman Lalu Lintas, terutama anak-anak dengan tuna grahita dan tuna rungu," katanya.
Dalam praktik pembelajarannya, anak anak dengan tuna grahita dan tuna rungu ini masih sama dengan anak pada umumnya yakni berupa teori dan praktik dengan menggunakan kendaraan peraga. "Kami didampingi para guru dari masing-masing SLB untuk bahasa isyarat karena kami memang belum mempunyai petugas yang mahir menggunakan bahasa isyarat," kata dia.
Pihaknya akan menambah sarana prasaranan penunjang agar seluruh anak difabel bisa menggunakan Taman Edukasi Lalu Lintas. “Misal pemasangan ram atau jalur disabilitas khususnya kursi roda serta guideng block tuna netra. Kami juga akan menambah menambah fasilitas MCK yang dilengkapi closet duduk," ujarnya.
Dishub juga akan membuat metode pembelajaran bagi anak-anak difabel di luar anak-anak tuna grahita dan tuna rungu. "Misal anak-anak dengan tuna netra atau tuna daksa tidak mungkin praktik dengan menggunakan kendaraan peraga karena keterbatasan fisik mereka,” kata dia.
Maka difabel tuna netra dan tuna daksa akan diberikan edukasi tentang bagaimana menyebrang jalan yang baik dan benar. Pihaknya berharap melalui upaya ini diharapkan anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.