Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Anak difabel mengunjungi Taman Lalu Litnas Dinas Perhubungan Kota Jogja, beberapa waktu lalu./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keselamatan bagi para anak usia dini, termasuk pada anak-anak difabel. Maka Taman Lalu Lintas pun terus dibenahi untuk lebih inklusif.
Kabid Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Jogja, Harry Purwanto, menjelaskan anak-anak difabel juga berhak menerima edukasi tertib berlalu lintas dan diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas untuk anak difabel sangat diperlukan agar mereka tahu dan memahami cara berlalu lintas dengan aman guna mengurangi risiko kecelakaan di jalan. "Kami ingin anak-anak difabel juga mengerti dan perlu akan edukasi tentang peraturan lalu lintas," ujarnya, Selasa (14/1/2025).
BACA JUGA : Taman Edukasi Lalu Lintas di Giwangan Jogja Kian Diminati
Selama ini anak-anak berkebutuhan khusus dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di DIY telah banyak menggunakan fasilitas dari Taman Lalu Lintas. "Siswa dari SLB di DIY kerap memakai Taman Lalu Lintas, terutama anak-anak dengan tuna grahita dan tuna rungu," katanya.
Dalam praktik pembelajarannya, anak anak dengan tuna grahita dan tuna rungu ini masih sama dengan anak pada umumnya yakni berupa teori dan praktik dengan menggunakan kendaraan peraga. "Kami didampingi para guru dari masing-masing SLB untuk bahasa isyarat karena kami memang belum mempunyai petugas yang mahir menggunakan bahasa isyarat," kata dia.
Pihaknya akan menambah sarana prasaranan penunjang agar seluruh anak difabel bisa menggunakan Taman Edukasi Lalu Lintas. “Misal pemasangan ram atau jalur disabilitas khususnya kursi roda serta guideng block tuna netra. Kami juga akan menambah menambah fasilitas MCK yang dilengkapi closet duduk," ujarnya.
Dishub juga akan membuat metode pembelajaran bagi anak-anak difabel di luar anak-anak tuna grahita dan tuna rungu. "Misal anak-anak dengan tuna netra atau tuna daksa tidak mungkin praktik dengan menggunakan kendaraan peraga karena keterbatasan fisik mereka,” kata dia.
Maka difabel tuna netra dan tuna daksa akan diberikan edukasi tentang bagaimana menyebrang jalan yang baik dan benar. Pihaknya berharap melalui upaya ini diharapkan anak-anak tersebut tumbuh menjadi generasi tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.
PSS Sleman kembali menggelar uji coba tertutup pekan ini. Super Elja akan menghadapi salah satu tim Super League di DIY.
Badan Geologi meminta warga waspada setelah gempa NTT M7,7. Masyarakat diminta mengecek bangunan dan menjauhi tebing rawan longsor
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)