Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program makan bergizi gratis di Gunungkidul belum dijalankan. Hal ini dikarenakan dapur untuk mengolah makanan masih dalam proses pembangunan hingga sekarang.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, program makan bergizi masih dalam tahap persiapan. Salah satunya penyiapan dapur sehat untuk lokasi memasak makanan yang akan disajikan ke para siswa setiap harinya.
“Lokasi dapur ada di sekitar Kodim. Sekarang masih dalam proses penyiapan dan perbaikan,” kata Roni kepada wartawan, Selasa (14/1/2024).
Menurut dia, lokasi dapur perlu diperbaiki karena ada keretakan pada bangunan yang disediakan. Oleh karena itu, sebelum dioperasikan, maka butuh pembenahan-pembenahan agar pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.
“Jalan menuku dapur juga perlu diperbaiki. Untuk perbaikan, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul,” katanya.
Roni mengakui bahwa kendala tidak hanya menyangkut penyiapan lokasi memasak. Namun, lanjut dia, juga kekurangan armada pengangkutan.
BACA JUGA: Datangi DPRD Kota Jogja, Pedagang Teras Malioboro 2 Minta Pengundian Diulang
Hingga saat ini, Kodim baru memiliki dua unit armada pengangkutan dengan kapasitas 1.000-1.500 boks makanan per unitnya.
Adapun siswa yang dilayani mencakup beberapa sekolah seperti siswa di SD Negeri 1 Wonosari; SMP Negeri 1 Wonosari; SMA Negeri 1 Wonosari dan SMK Negeri 3 Wonosari.
“Nantinya juga ada pembagian makan bergizi gratis kepada ibu hamil. Nantinya, kami akan melayani program ini di radius tiga hingga lima kilometer,” katanya.
Perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul, Hyndun Astry mengatakan, program makan bergizi gratis belum bisa terlaksana. Ia memerkirakan, pelaksanaannya baru siap sekitar dua minggu ke depan.
Menurut dia, hingga sekarang masih dalam tahap persiapan. Salah satunya dengan menyiapkan lokasi dapur sehat untuk mengolah makanan yang disajikan ke para siswa.
“Masih proses sehingga program makan bergizi di Gunungkidul belum dijalankan,” kata Astry.
Selain permasalahan penyiapan dapur sehat yang belum rampung, ia juga mengakui hingga sekarang juga masih melakukan validasi terhadap sasaran penerima makanan ini.
“Masih didata dan divalidasi. Mulai dari sekolah hingga jumlah sasaran murid yang menerima makan bergizi gratis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.