Usai Gelombang Tinggi, Bantul Larang Ada Bangunan di Sempadan Pantai
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda DIY terus berupaya keras untuk mengatasi permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi ancaman bagi sektor peternakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi massal pada ternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) DIY, Syam Arjayanti menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 11.000 dosis vaksin untuk sapi pada bulan Januari ini. "Vaksinasi ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang lebih luas," katanya, Kamis (16/1/2025).
Selain vaksinasi, DPKP DIY juga telah menerima bantuan obat-obatan dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk diberikan kepada ternak yang sakit dan vitamin kepada ternak yang sehat. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan imunitas ternak.
Namun, Syam mengakui masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan vaksinasi. Salah satunya adalah adanya penolakan dari beberapa peternak yang khawatir akan dampak negatif vaksin terhadap ternak mereka. "Kami terus melakukan sosialisasi kepada peternak untuk meyakinkan mereka akan pentingnya vaksinasi," ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, DPKP DIY telah melakukan rapat lintas sektor dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam penanganan PMK. "Kami berharap dengan adanya kerja sama yang baik, kami dapat lebih cepat mengatasi masalah PMK ini," kata Syam.
Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKP DIY juga bekerja sama dengan kepolisian dan Dishub setempat untuk melakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah DIY. Meskipun status PMK di DIY masih tertular, tapi pemeriksaan terhadap hewan yang masuk atau keluar dari wilayah DIY tetap dilakukan.
"Hewan yang akan berpindah harus memiliki surat keterangan kesehatan dan sudah divaksin," jelasnya.
Sampai dengan 15 Januari 2025, jumlah kasus PMK di DIY terus mengalami fluktuasi. Tercatat sebanyak 2.308 hewan sakit, 20 hewan sembuh, 166 hewan mati, 53 hewan dipotong bersyarat, dan sisanya masih dalam perawatan. Sementara itu, jumlah hewan ternak yang telah divaksin sebanyak 1.314 ekor.
Syam berharap agar kasus PMK di DIY dapat segera teratasi dan tidak semakin meluas. "Kami akan terus berupaya maksimal untuk mengatasi masalah ini. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama para peternak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Vietnam vs Malaysia bertemu di semifinal leg kedua Piala AFF 2026 malam ini pukul 20.00 WIB. Simak jadwal dan link live streaming.
Profil Letkol Pnb Oliv Rizando, penerbang TNI AU yang memimpin aksi udara Rafale dalam peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Garuda Indonesia menguji konektivitas internet cepat di pesawat hingga video call. Implementasi bertahap diproyeksikan mulai 2027.
INNSiDE by Meliá Yogyakarta mempererat hubungan dan sinergi dengan pelaku industri pariwisata melalui Travel Agent Gathering yang digelar Selasa (18/8/2026)
Harga pangan hari ini mencatat cabai rawit merah Rp67.350 per kg. Simak harga beras, telur, daging, gula, dan minyak goreng.