Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda DIY terus berupaya keras untuk mengatasi permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi ancaman bagi sektor peternakan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi massal pada ternak.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) DIY, Syam Arjayanti menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima 11.000 dosis vaksin untuk sapi pada bulan Januari ini. "Vaksinasi ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang lebih luas," katanya, Kamis (16/1/2025).
Selain vaksinasi, DPKP DIY juga telah menerima bantuan obat-obatan dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk diberikan kepada ternak yang sakit dan vitamin kepada ternak yang sehat. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan imunitas ternak.
Namun, Syam mengakui masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan vaksinasi. Salah satunya adalah adanya penolakan dari beberapa peternak yang khawatir akan dampak negatif vaksin terhadap ternak mereka. "Kami terus melakukan sosialisasi kepada peternak untuk meyakinkan mereka akan pentingnya vaksinasi," ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan ini, DPKP DIY telah melakukan rapat lintas sektor dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam penanganan PMK. "Kami berharap dengan adanya kerja sama yang baik, kami dapat lebih cepat mengatasi masalah PMK ini," kata Syam.
Untuk mencegah penyebaran PMK, DPKP DIY juga bekerja sama dengan kepolisian dan Dishub setempat untuk melakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah DIY. Meskipun status PMK di DIY masih tertular, tapi pemeriksaan terhadap hewan yang masuk atau keluar dari wilayah DIY tetap dilakukan.
"Hewan yang akan berpindah harus memiliki surat keterangan kesehatan dan sudah divaksin," jelasnya.
Sampai dengan 15 Januari 2025, jumlah kasus PMK di DIY terus mengalami fluktuasi. Tercatat sebanyak 2.308 hewan sakit, 20 hewan sembuh, 166 hewan mati, 53 hewan dipotong bersyarat, dan sisanya masih dalam perawatan. Sementara itu, jumlah hewan ternak yang telah divaksin sebanyak 1.314 ekor.
Syam berharap agar kasus PMK di DIY dapat segera teratasi dan tidak semakin meluas. "Kami akan terus berupaya maksimal untuk mengatasi masalah ini. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama para peternak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Senin 5Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.