Manajer Kopdes Ditempatkan di Luar Pulau, Menkop: Untuk Pemerataan SDM
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meninjau lahan persawahan yang terendam banjir di Poncosari, Srandakan, pada Rabu (15/1/2025). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, menargetkan sawah seluas 200 hektare di Kelurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan mulai musim tanam 2025 dapat ditanam dan panen sebanyak tiga kali dalam satu tahun, meski kawasan tersebut kerap terjadi banjir saat hujan lebat.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan hal tersebut dilakukan melalui berbagai bantuan sarana pertanian dari Kementerian Pertanian (Kementan) berupa benih unggul, alat mesin tanam, juga normalisasi sungai yang mengairi irigasi lahan 200 hektare di Poncosari.
"Kami telah mengundang Pak Menteri Pertanian, harapannya bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Poncosari, karena di Poncosari hanya panen sekali, harapan kami dengan adanya normalisasi dan bantuan itu setahun bisa panen tiga kali," katanya, Kamis (16/1/2025)
Dia mengatakan jika total lahan pertanian di wilayah Poncosari Srandakan seluas 200 hektare maka diharapkan dalam satu tahun bisa panen hingga seluas 600 hektare.
"Kalau ada 200 hektare, berarti nanti 600 hektare, selama ini kan hanya 200 hektare, sehingga bisa tambah 400 hektare. Dengan produksi padi delapan ton per hektare itu sudah bisa untuk makan berapa ratus orang di Bantul, harapan kami seperti itu," katanya.
Lebih lanjut Joko mengatakan lahan sawah seluas 200 hektare di Poncosari tersebut sebelumnya ketika musim hujan rawan tergenang air, sehingga tanaman padi yang ditanam kelompok tani mengalami gagal panen atau produksi tidak maksimal.
"Sering banjir, makanya kami juga mendatangkan Kementerian Pekerjaan Umum agar bisa menyelesaikan permasalahan yang telah dirasakan masyarakat hampir 10 tahun. Jadi sudah lama, 10 tahun belum ada solusi. Maka inilah di 2025 jadi yang terbaik," katanya.
Dia mengatakan selama ini oleh kelompok tani, lahan sawah seluas 200 hektare tersebut ditanami padi, namun hanya mampu panen satu kali, sebab tanaman padi pada musim tertentu lahannya tergenang air, sehingga tidak bisa menikmati panen.
"Tetap tanam tujuh kali panen sekali, dan setiap tahun gagal. Mudah-mudahan pada tahun 2025 menjadi lebih baik lagi khusus masyarakat Poncosari, harapan kami di 2025 bisa terealisasi, setelah sebelumnya terkendala," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.