Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon memberikan keterangan kepada wartawan seusai agenda sarasehan bersama Barahmus DIY, Jumat (17/1/2025) di Taman Pintar Jogja. Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam kunjungannya ke Jogja menekankan pentingnya pengembangan museum sebagai sarana pelestarian dan penyebarluasan budaya. Dalam sebuah sarasehan bersama Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY Fadli Zon menyatakan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk membangun ribuan museum di seluruh Indonesia.
"Jogja dengan jumlah museumnya yang mencapai 42 atau sekitar 10% dari total museum di Indonesia, menjadi contoh yang baik. Namun, kita masih perlu lebih banyak lagi museum untuk merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam," ujar Fadli Zon, Jumat (17/1/2025).
Fadli Zon mendorong seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, komunitas, dan perguruan tinggi, untuk aktif terlibat dalam pendirian museum. Ia menekankan pentingnya menciptakan museum yang hidup, yang tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang publik dan ruang seni.
"Konsep 'open museum' atau museum terbuka sangat menarik. Dengan adanya museum di ruang terbuka seperti kampung iklim, desa wisata, atau kampus, masyarakat dapat lebih mudah mengakses dan berinteraksi dengan warisan budaya," tambahnya.
Konsep "open museum" ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Atus Syahbudin, inisiator Living Museum ProKlim Sangurejo, Sleman. Atus menilai bahwa pemberdayaan masyarakat lokal melalui program seperti Kampung Iklim sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya.
BACA JUGA: Museum di DIY Sedikit yang Berstandar Nasional, Ini Kendala dan Solusinya
"Di Kampung Iklim Sangurejo, kami mengintegrasikan berbagai kegiatan edukasi lingkungan dengan konsep museum. Misalnya, kami menunjukkan bagaimana cara memanen air hujan, mengelola sampah, dan memanfaatkan limbah alam menjadi produk yang bernilai estetika," jelas Atus.
Sementara Ketua Barahmus DIY, Hajar Pamadi menyambut positif komitmen pemerintah untuk membangun ribuan museum. Ia juga mendukung upaya untuk menstandarisasi museum dan memberikan ciri khas bagi masing-masing museum.
"Jogja memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai jenis museum, mulai dari museum sejarah, budaya, teknologi, hingga museum yang bertemakan lingkungan seperti Kampung Iklim Sangurejo. Ini menunjukkan bahwa konsep museum dapat terus berkembang dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman," ujar Hajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Danantara menggarap 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menyerap 37.833 tenaga kerja langsung.
Karhutla di kawasan Gunung Bromo berdampak pada 899,35 hektare. Tim gabungan mengerahkan dua helikopter untuk water bombing.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.