Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Siswa Sekolah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menyampaikan progres terkait dengan rencana pendirian sekolah rakyat.
Setelah mematangkan ide, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan jika pihaknya akan mendatangi sekolah di Solo yang telah mulai memberikan pendidikan kepada warga miskin.
"Besok saya akan ke Solo bersama Profesor Muhammad Nur untuk melihat satu sekolah yang sudah memulai memberikan kesempatan kepada mereka yang miskin," kata Gus Ipul usai Konsolidasi Pilar-Pilar Sosial di Pendopo Parasamya Bantul, Jumat (17/1/2025) sore.
Pada kesempatan itu Gus Ipul menyampaikan ada keinginan dari Presiden Prabowo Subianto untuk membuat semacam sekolah untuk keluarga yang miskin ekstrem. Dan keinginan presiden itu oleh Kemensos RI tengah dikonsultasikan dengan banyak pihak. Sehingga tujuan dari Gus Ipul datang ke sekolah di Solo tersebut adalah untuk melakukan studi banding.
"Ya [studi banding]. Ya, untuk mendengarkan lah. Mendengarkan dari banyak pihak," jelasnya.
Gus Ipul menyatakan jika dirinya bersama dengan Wamensos Agus Jabo Priyono terkadang berbagi tugas untuk saling mendengarkan dari semua pihak.
"Masukannya, dan baiknya seperti apa untuk menerjemahkan perintah Presiden untuk membuat sekolah rakyat itu," ungkapnya.
Terkait target pendirian Sekolah Rakyat, Gus Ipul mengaku pihaknya berkeinginan segera terwujud. Termasuk jika dibutuhkan cepat, dibutuhkan berapa sekolah rakyat, dan juga gedung milik Kementerian Sosial yang sudah bisa dipakai untuk mengawali berdirinya sekolah itu.
BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis Ditargetkan Mampu Sasar 15 Juta Penerima Manfaat di 2025
"Tapi itu semuanya masih dalam simulasi. Kita masih belum menentukan skema pastinya, tetapi pada saatnya kita akan sampaikan," papar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, tujuan Kemensos berkonsultasi dari berbagai pihak adalah untuk mendengarkan masukan banyak pihak sebelum dimulainya pendirian sekolah rakyat.
Gus Ipul juga menyatakan, agar nama sekolah rakyat jangan dikaitkan dengan kolonialisme penjajahan dan diskriminasi. Sebab, sekolah rakyat itu bertujuan untuk untuk melahirkan agen-agen perubahan.
"Ini yang penting. Jadi tujuan utamanya melahirkan agen-agen perubahan untuk keluarga dan lingkungannya," ucap Gus Ipul.
Sebelumnya, saat berdialog dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pada Selasa (7/1/2025), Mensos telah menyampaikan bahwa sekolah rakyat dapat memutus rantai kemiskinan. Adapun tujuan utama sekolah rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan.
"Jika orang tuanya miskin jangan sampai anaknya jadi miskin. Ini harus diputus dengan menyekolahkan mereka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Penerimaan PBB-P2 Bantul mencapai Rp34,8 miliar hingga Juni 2026. Pemkab menyiapkan insentif bagi kalurahan yang melunasi pajak tepat waktu.
Pemotor di Turi, Sleman, tertimpa pohon melinjo setelah pohon kelapa roboh. Korban masih menjalani perawatan di RSUD Sleman.
Presiden Prabowo meresmikan pembangunan Blok Masela senilai Rp376,02 triliun yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.
Pemkab Sleman mengevaluasi studi kelayakan proyek KPBU lampu jalan. Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027 untuk pemerataan penerangan.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.