Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Siswa SD Negeri Sinduadi Timur sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan memastikan perbaikan lokasi dapur sehat untuk pengolahan makan bergizi gratis masih berlangsung hingga sekarang. Diharapkan perbaikan bisa selesai di akhir Januari ini.
“Masih berlangsung perbaikannya,” kata Roni saat dihubungi Minggu (19/1/2025).
Dia menjelaskan, perbaikan menyangkut dengan lokasi lantai yang mengalami kerusakan. Di sisi lain, juga ada pemasangan exhaust fan hingga perbaikan jalan menuju dapur sehat.
“Harapannya secepatnya bisa selesai, tapi kami belum bisa memastikan. Namun, harapannya di akhir Januari perbaikan sudah selesai,” katanya.
Rencananya dapur ini akan melayani makan bergizi gratis untuk siswa di empat sekolah di Kota Wonosari, mulai dari SD hingga SMA dan SMK. Meski masih dalam tahap persiapan, namun ia mengakui bahwa sudah ada kepastian kebutuhan petugas untuk menjalankan operasional dapur pengolahan. Roni menjelaskan, ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian.
BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Gunungkidul Bakal Melibatkan Tenaga Lokal
Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat. Sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
“Akan ada proses pelatihan. Kami sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas Pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur,” katanya.
Sebelumnya, Perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungkidul, Hyndun Astry mengatakan, program makan bergizi gratis belum bisa terlaksana. Ia memperikarakan, pelaksanannya baru siap sekitar dua minggu ke depan.
Menurut dia, hingga sekarang masih dalam tahap persiapan. Salah satunya dengan menyiapkan lokasi dapur sehat untuk mengolah makanan yang disajikan ke para siswa.
“Masih proses sehingga program makan bergizi di Gunungkidul belum dijalankan,” kata Astry.
Selain permasalahan penyiapan dapur sehat yang belum rampung, ia juga mengakui hingga sekarang juga masih melakukan validasi terhadap sasaran penerima makanan ini. “Masih didata dan divalidasi. Mulai dari sekolah hingga jumlah sasaran murid yang menerima makan bergizi gratis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.
Satgas PPKS UPNVY selidiki dugaan kekerasan seksual yang viral di media sosial dengan komitmen perlindungan korban dan investigasi objektif.