Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan. - Harian Jogja/Catur Dwi JanatiÂ
Harianjogja.com, JOGJA – Mahasiswi korban penyiraman air keras yang sempat menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu kini tengah menjalani proses pemulihan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Jogja. Menurut keterangan Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, pasien tersebut masih dirawat dan dalam tahap pemulihan luka serius akibat insiden yang dialaminya.
"Saat ini, pasien masih menjalani proses pemulihan kulit yang terluka. Luka tersebut memerlukan penanganan khusus, termasuk beberapa tahapan operasi," ujar Banu, Senin (20/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, pasien telah menjalani dua kali operasi untuk menangani luka-lukanya. "Dua kali operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan yang sudah mati. Operasi ini penting karena luka yang dialami cukup luas," tambahnya.
Banu menambahkan bahwa tindakan operasi berikutnya difokuskan pada upaya cangkok kulit untuk memperbaiki jaringan kulit yang rusak. "Rencananya, proses cangkok kulit bisa lebih dari satu kali tindakan. Saat ini, prioritasnya adalah daerah wajah, mengingat area ini membutuhkan perhatian lebih dalam hal pemulihan," katanya.
BACA JUGA: Seorang Mahasiswi di Jogja Disiram Air Keras, Polisi Tangkap Pelaku
Proses pemulihan pasien disebut akan memakan waktu yang tidak singkat. "Penanganan korban penyiraman air keras seperti ini memang membutuhkan perawatan yang intensif dan berkelanjutan. Kami terus memantau perkembangan pasien secara menyeluruh untuk memastikan hasil terbaik," lanjut Banu.
Insiden penyiraman air keras ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat. Dukungan moral terus mengalir kepada korban dari berbagai pihak, termasuk komunitas kampus dan masyarakat umum. Pihak rumah sakit juga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam membantu korban melewati masa-masa sulit ini.
"Perjuangan pasien dalam menghadapi trauma fisik dan psikologis akibat peristiwa ini tentu membutuhkan dukungan yang besar, baik dari keluarga, tenaga medis, maupun masyarakat. Upaya pemulihan tidak hanya melibatkan aspek medis, tetapi juga psikososial agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara optimal," pungkas Banu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.