Pasien Psikiatri Anak RS Grhasia Naik, Gadget Jadi Sorotan
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Tanaman Hoya. - jogjakota.go.id
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya untuk melindungi dan melestarikan varietas tanaman lokal. Salah satu upaya yang telah Pemkab lakukan adalah mendaftarkan sepuluh varietas tanaman Hoya Sleman secara nasional.
Asisten I Sekda Sleman, Suparmono mengatakan penyerahan sertifikat tanda daftar tanaman Hoya lokal Kabupaten Sleman telah dilakukan pada Jumat (10/1/2025).
Sepuluh Hoya yang telah mendapat sertifikat antara lain Hoya Sembada, Asteria Maron Sembada, Cinta Sembada, Jawa Sembada, Sembada Rejo, Eksabinangun, Jenar Kuthuk, Planthaven, Padasan, Suweng Jambon.
Menurut Suparmono, sertifikat tersebut menjadi bukti nyata dalam melestarikan kekayaan hayati, mencegah pencurian kekayaan alam, dan memperkuat pencatatan varietas tanaman di Bumi Sembada.
Pensertifikatan tersebut tidak sekadar berhenti pada pelestarian semata. Sebaliknya, Pemkab berharap varietas lokal Hoya yang telah mendapat sertifikat dapat menjadi potensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Peningkatan perekonomian dapat dilakukan melalui penelitian ilmiah, budidaya, hingga pemasaran. Jalan pengembangan semakin terbuka lantaran Hoya menjadi salah satu tanaman yang populer dan diminati masyarakat dunia.
Ketua Perkumpulan Pecinta Tanaman Hias Indoensia (PPTHI), Hervia Latuconsina mengatakan tangkai bunga tanaman Hoya mulai bermunculan setelah lima hingga sepuluh tahun pemeliharaan. Saat itulah tanaman dapat dideskripsi dan diberi nama.
Kata Hervia, tanaman Hoya merupakan aset Bangsa Indonesia yang sangat berharga. “Selain sebagai tanaman hias, Hoya juga dapat digunakan sebagai tanaman obat serta penyerap polutan,” kata Hervia dalam keterangan tertulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.
DKP DIY menggelar Gita Laut 2026 di Pantai Congot untuk menjaga sumber daya pesisir dan melibatkan generasi muda dalam sektor kelautan.