Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Prosesi panen padi gogo dengan sistem tanam tumpangsari dengan jagung di Kalurahan Purwodadi, Tepus. 17 Januari 2025./ Foto Istimewa-Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di pesisir Gunungkidul saat sekarang mulai panen dua komoditas pangan dalam satu lahan. Hal ini tak lepas dari kebijakan tanam dengan model tumpang sari sehingga dalam satu waktu bisa memanen dua komoditas sekaligus.
Komoditas yang dipanen terdiri dari padi gogo kombinasi dengan jagung atau kacang tanah. Diperkirakan puncak panen ini akan berlangsung pada Februari mendatang.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian di Kapanewon Tepus, Edi Januari mengatakan, model tanaman tumpangsari merupakan salah satu andalan petani di kawasan pesisir. Ini dinilai sangat menguntungkan karena di satu lokasi bisa ditanam lebih dari satu komoditas tanaman pangan.
“Yang ditanam bisa padi jenis gogo dengan kacang tanah atau jagung. Jadi, model tumpangsari ini juga memudahkan dalam perawatan,” kata Edi, Selasa (21/1/2025).
Dia menjelaskan, pola tanam tumpangsari juga sudah membuahkan hasil. Pasalnya, para petani di Kalurahan Purwodadi, Tepus juga sudah mulai panen padi jenis gogo dan kacang tanah maupun jagung.
“Yang panen sudah lebih dari 80 hektare lahan dengan model tumpangsari,” ungkapnya.
Adapun hasilnya juga bagus. Berdasarkan pengubinan yang dilakukan, padi dengan varietas segreng bisa menghasilkan 3,5 ton per hektare gabah kering giling.
BACA JUGA: Produksi Padi di Gunungkidul Turun Tipis pada 2024, Ini Penyebabnya
“Untuk jagung setelah dilakukan pengubinan bisa menghasilkan 3,3 ton pipil jagung kering. Sedangkan yang dikombinasikan dengan kacang tanah bisa menghasilkan 4 ton per hektarenya,” kata Edi.
Ketua Tim Kegiatan Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Danang Sutopo mengatakan, berdasarkan masa tanam yang telah dilakukan para petani, maka mulai Januari ini sudah memasuki masa panen. Diperkirakan puncaknya terjadi pada Februari mendatang.
“Masa tanamnya mulai Oktober, jadi sudah ada petani yang mulai memanen, baik padi maupun tanaman pangan lainnya seperti jagung, kacang tanah,” kata Danang.
Ia mencatat, masa tanam yang dimulai Oktober 2024 seluas 8.335 hektare untuk tanaman padi dan jagung seluas 8.845 hektare. Selain itu, juga ada komoditas kacang tanah dengan luas tanam 1.292 hektare.
“Memang belum semua wilayah bisa panen. Sebab, yang masa tanamnya belakangan juga panennya mengikuti karena tidak sama dengan yang menanam duluan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
7 bahan ini sebaiknya dihindari saat membersihkan stainless steel karena bisa menyebabkan goresan, noda, kusam, hingga korosi.
KTM menolak aturan satu motor MotoGP dan memilih mendukung cost cap sebagai opsi menekan biaya tanpa mengurangi aksi balap.
Sebanyak 1.001 pembatik akan membatik bersama di Malioboro pada 3 Oktober 2026. Jalan ditutup pukul 06.00-09.00 WIB.
Nissan menilai produsen Tiongkok menjadi tantangan berat dan menyiapkan strategi biaya menghadapi potensi produksi mobil China di Meksiko.
Jadwal Asian Games 2026 30 September menghadirkan panjat tebing, gulat, tenis, sepak takraw, esports, hingga balap sepeda Indonesia.